Monday, June 11, 2007

ANAK

Orang Batak mengelompokkan karunia Tuhan menjadi tiga: hagabeon (keturunan), hamoraon (harta benda) dan hasangapon (kehormatan). Sebelum mengenal agama Kristen, orang Batak mengartikan hagabeon sebagai memiliki anak laki-laki. Mengapa? Karena hanya dengan mempunyai anak laki-lakilah maka silsilah marga dapat diteruskan.

Hingga sekarang sebagian besar orang batak juga merasa bahwa anak adalah hamoraon (harta kekayaan) yang paling utama. Inilah yang mengilhami Namun Situmorang, komposer lagu-lagu batak legendaris, menciptakan lagu batak berjudul "Anakhonhi Do Hamoraon di Au" (Anakkulah Harta Kekayaanku) yang sangat populer itu.

Dalam tradisi masyarakat batak, seorang lelaki yang sudah berkeluarga tidak lagi dipanggil dengan nama kecilnya. Hal tersebut merupakan tabu. Kalau dia sudah mempunyai anak dia akan dipanggil dengan panggilan Amani Polan (artinya bapaknya si Polan, sesuai dengan nama anaknya yang sulung). Sedangkan isterinya akan dipanggil Nai Polan (ibunya si Polan). Kalau dia sudah menikah tetapi belum mempunyai keturunan, maka dia akan dipanggil dengan Amani Harapan (bapaknya si harapan) sedangkan isterinya dipanggil Nai Harapan. Orang batak yang mendengarnya akan mengerti bahwa orang tersebut belum mempunyai keturunan atau masih sedang mengharapkan datangnya keturunan.

Saya dan isteri saya, Lenni Purba yang berasal dari Bakkara Humbang Hasundutan, dikaruniai Tuhan Yang Maha Baik dengan empat orang anak: dua putera dan dua puteri. Semuanya lahir di Tanjungpinang.














Gloria Marisa Tiurmaida Sitohang, lahir: 17 Agustus 2000















Hilary Marito Sitohang, lahir: 13 Desember 2002

Patricius Saut Anugerah Sitohang, lahir: 29 Juli 2004















Gianpaolo Hamonangan Sitohang, lahir: 7 Maret 2006















Patricius dan Gianpaolo bersama mamanya















Gloria dan Hilary beljar berpose di depan kamera















Gloria dan Hilary bergaya di depan kamera sebelum ke Gereja














Gloria berlatih jadi model di studio yang tak lain kamarnya sendiri















Hilary dan Gianpaolo yang sangat disayanginya.















Si sulung dan si bungsu, Gloria dan Gianpaolo di depan pohon Natal rumah kami menjelang Natal 2006















Gaya Hilary di depan kamera
















Bersama Patricius yang punya special talent














Satu hal yang saya dan Gianpaolo sama, kelihatannya kita sama-sama terlalu "pede" (percaya diri)

Jadi, karena anak saya yang sulung bernama Gloria, maka dalam keluarga Batak saya biasanya dipanggil Amani Gloria Sitohang


3 comments:

teman perjalanan said...

Setuju kalau anak itu harta yang paling bernilai

Gloria Nathalina Limbong said...

Wah.. aku juga 4 bersaudara to.
Cuma susunannnya beda (kalo kami Cowok-cewek-Cowok-cewek).

Hallo Gloria kecil.. :-)
Waduh.. kamu anak paling gede yah. Tanggung jawabnya pasti gede.
Harus bisa jadi contoh buat adik-adiknya.
(hoalahh.. jadi sok nasehatin.. :D)

Salam kenal buat ito dan keluarga..

Par Bintan said...

@gloria limbong
Terimakasih sudah mampir itonan.

Puji Tuhan. Si Gloria kami ini memang sudah menunjukkan tanggungjawab baik untuk dirinya sendiri dan terhadap adik-adiknya. Sekolahnya rajin walau kami orangtuanya tidak punya waktu yang cukup membantu dia belajar karena adik-adiknya masih kecil-kecil.

Horas...

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...