Tuesday, June 12, 2007

CALON PRESIDEN AMERIKA HILLARY CLINTON DAN BARACK OBAMA

Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2008 masih setahun lagi. Tetapi rakyat Amerika dan dunia sudah mulai disuguhi babak-babak awal acara akbar tersebut. Kedua partai utama di Amerika Serikat yaitu Partai Republik yang berkuasa dan Partai Demokrat sudah memulai proses pemilihan awal kandidat masing-masing partai melalui jajak pendapat dan debat yang biasa dikenal dengan istilah primary.

Pemilihan tahun depan akan memilih pengganti Presiden George W. Bush yang tidak bisa lagi mengikuti pemilihan karena telah menjabat dua periode sejak tahun 2001.

Suka atau tidak suka, hasil pemilihan presiden Amerika Serikat akan mempengaruhi banyak hal di tataran internasional jauh melewati batas-batas negara itu. Karena pengaruh historisnya, sebagai pemenang perang dunia kedua, negara dengan ideologi kapitalisme yang memenangkan perang dingin dengan kubu komunis, negara dengan teknologi dan pengetahuan paling unggul dan negara dengan produk domestik bruto yang paling besar, pendiri dan negara penyumbang utama organisasi dunia Perserikatan Bangsa Bangsa, Amerika merasa berkepentingan bukan hanya pada masalah-masalah dalam negerinya tetapi juga masalah yang terjadi di negara-negara lainnya. Oleh karenanya, selain rakyat Amerika, negara-negara lain biasanya juga menaruh minat yang besar pada Pemilu presiden Amerika. Karena faktanya, banyak nasib nagara dan bangsa-bangsa lain di dunia ini ditentukan dari apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh Amerika Serikat.

Dalam pemilu November 2005 yang lalu, dari berbagai jajak pendapat di luar Amerika, dunia sebenarnya lebih berharap kepemimpinan Amerika beralih ke kaum Demokrat yang saat itu mengusung John F. Kerry. John Kerry yang secara intelektual lebih baik daripada saingannya Goerge Bush dan hingga saat-saat pemilihan unggul dalam berbagai jajak pendapat dalam negeri, akhirnya kalah tipis dari George Bush. Meskipun secara jumlah pemilih John Kerry meraih suara yang lebih besar, tetapi berdasarkan sistim pemilihan Amerika yang unik, George Bushlah yang keluar sebagai pemenang.

Sejarah mencatat, Presiden Amerika dari partai dari Republik biasanya presiden yang membawa Amerika menang dalam perang. Contoh terakhir adalah ketika presiden George W. Bush memenangkan perang di Kuwait, Afganistan dan Irak. Sebaliknya presiden Demokrat biasanya lebih bisa diandalkan untuk menciptakan perdamaian. Perjanjian perdamaian Camp David pada bulan September 1978 antara Israel dan Mesir yang saat itu tidak pernah terbayangkan terjadi saat Presiden Jimmy Carter dari Demokrat berkuasa. Dan sebaliknya justru pada saat Presiden Carter berkuasa, Amerika dipermalukan oleh lawannya rezim mullah syiah Iran yang dipimpin oleh Ayatollah Khomeini yang menggulingkan sekutu Amerika paling setia di Teluk Persia yaitu Shah Iran Reza Pahlevi pada bulan Januari 1979 dan harus keluar dari Iran setelah gagal total menjalankan aksi intelijen dan militer untuk mempertahankan kekuasaan sekutunya tersebut.

Pemilu kali ini diramaikan oleh dua senator Demokrat yaitu Hillary Rodham Clinton dan Barack Obama. Tidak ada yang heran dengan tampilnya Hillary Clinton, karena selain cerdas dan memiliki integritas pribadi yang sudah teruji, dia telah berpengalaman mendampingi suaminya Bill Clinton yang menjabat presiden Amerika Serikat dua periode sejak tahun 1992 hingga tahun 2000.

Tetapi yang menjadi bintang dan harapan pada saat-saat awal pemilihan kali ini adalah sosok senator berkulit hitam dari negara bagian Illionois Barak Obama. Selain masih muda, pandangan, pemikiran dan sikap Senator Obama atas berbagai issue yang dilontarkan kepadanya memberikan secercah harapan bahwa Amerika masih mempunyai stok calon pemimpin Amerika yang lebih humanis dan toleran. Obama juga pernah menjalani masa kanak-kanaknya selama 3 tahun di Indonesia pada tahun 60an.

Pemilihan tahun depan akan membuktikan apakah Amerika Serikat akan kembali membuat sejarah dengan memberi kesempatan pada warga minoritasnya memimpin negara adidaya tersebut untuk kedua kalinya. Tahun 60an, rakyat Amerika memberikan suaranya kepada John F. Kennedy menjadi presiden Amerksa Serikat yang beragama Katolik untuk pertama kalinya. Dan John F. Kennedy menjadi salah satu presiden Amerika yang paling terkenal dalam sejarah selain Abraham Lincoln.













Senator Hillary Clinton









Senator Barack Obama

No comments: