Friday, June 13, 2008

KENAPA SI HORAS AKHIRNYA DIPROMOSIKAN LAGI?

Minggu kedua di bulan Desember. Suasana ruang rapat annual staff performance appraisal (penilaian kinerja tahunan karyawan) di sebuah resort di Bintan tempat si Horas bekerja. Terjadi adu argumentasi yang cukup panjang antara Rajinder Sukumaran, seorang insinyur keturunan Tamil India, kepala Departemen Maintenance di mana si Horas ditempatkan dengan Daniel Goodman, General Manager resort asal Inggris. Daniel terkenal super hati-hati dalam mempromosikan jabatan staffnya. “Mempromosikan orang yang salah bukan cuma membuat sistim menjadi rusak tetapi bisa merusak semangat karyawan yang lain,” begitu prinsip Daniel. Untuk memastikan sistim promosi yang baik, Daniel mensyaratkan setiap usulan promosi ke posisi manajerial harus disetujui oleh rapat yang dihadiri seluruh kepala Departemen.

Tibalah giliran Departemen yang dipimpin Sukumaran. Dia bersikukuh meminta persetujuan rapat untuk mempromosikan si Horas menjadi Assistant Manager Departemen Maintenance mulai 1 Januari bulan depan.

“Not now Suku. Kita baru mempromosikan Horas menjadi Superintendent dua tahun yang lalu” kata Daniel kepada Sukumaran. “Jika performancenya tetap sangat baik, kita akan pertimbangkan promote dia tahun depan.”

“Performancenya selalu sangat baik dari tahun ke tahun Daniel,” kata Suku. Saat-saat seperti itu kulitnya yang hitam legam menjadi tampak makin legam, sangat kontras dengan giginya yang putih.

“Dia sudah menerima kenaikan gaji di atas rata-rata untuk itu,” sanggah Daniel.

“Dia memiliki motivasi yang tinggi dan kepemimpinan yang sangat efektif diantara semua anak buahnya bahkan sesama Superintendent,” lanjut Suku mencoba meyakinkan. ”Saya sudah melaporkan, sejak si Horas dipromosikan menjadi Superintendent keluhan tamu-tamu mengenai bagian kami sudah menurun drastis. Sistim penerangan seluruh resort kita sangat baik. Kebersihan dan kondisi taman dan lapangan golf terawat sangat baik dengan biaya yang lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya.”

Well, beri dia kenaikan gaji premium,” jawab Daniel masih belum setuju.

“Dia memiliki kualitas yang tidak dimiliki Superintendent saya yang lain Daniel. Dia selalu berusaha mencari jalan keluar dari masalah yang kita hadapi,” lanjut Suku belum menyerah. “Anda masih ingat masalah pencurian bola dan perlengkapan golf di lapangan golf kita? Juga serangan babi hutan dan anjing liar di lapangan golf yang dulu sering membuat tamu-tamu kita komplain. Sekarang sudah tidak ada lagi.”

Oh yeah I know about that. What the hell Horas was doing to solve this problem?” tanya Daniel dengan mimik rasa ingin tahu sambil memiringkan badannya ke depan.

“Dia cuma bilang kepada saya dia melakukan pendekatan kultural”

“Pendekatan kultural? Katakan apa sebenarnya yang dilakukan si Horas?” Daniel tidak puas dengan penjelasan si Suku.

“Sorry Daniel, saya sendiri juga tidak begitu jelas. Horas cuma bilang bahwa dia mengajak para pencuri bola di lapangan golf itu bicara. Dia meminta mereka berhenti mencuri bola dan perlengkapan golf di green course. Sebagai gantinya mereka dijinkan untuk menangkapi babi hutan dan anjing liar di hutan sekitar resort kita.”

That’s all? And all the problem solved?” tanya Daniel senang bercampur tidak percaya.

Yes. Menurut si Horas itu merupakan “win win solution” atas masalah ini.

And one more thing Daniel. Menurut si Horas dia bicara dengan bahasa yang sama dengan bahasa para pencuri bola tersebut.” kata Suku mengakhiri usulannya.

Well, kalau begitu, kirimkan salamku buat si Horas. Dia akan jadi Asistant Managermu mulai tanggal 1 Januari nanti.” kata Daniel kepada Sukumaran yang sekarang sudah bisa tersenyum kembali. (Petrus M. Sitohang)

No comments: