Wednesday, June 25, 2008

PROGRAM HEIFER INTERNATIONAL DI PALIPI


Heifer International Indonesia


Heifer International merupakan lembaga nirlaba dan pertama kali memulai program pengembangan masyarakat di Indonesia pada tahun 1982 melalui program bantuan ternak kambing dan domba. Baru pada tahun 1997 kantor perwakilan Heifer International di Indonesia didirikan.

Heifer International Indonesia sendiri secara legal terdaftar sebagai sebuah cabang dari Heifer International pada Desember 2003 setelah ditandatanganinya MoU dengan Departemen Pertanian Republik Indonesia. Heifer International Indonesia mendukung program-program pengentasan kemiskinan dan kelaparan seraya melestarikan bumi melalui berbagai program di Pulau Sumatera seperti mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui integrasi peternakan dan pertanian organik. Heifer International Indonesia juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas mitra-mitra program dan keuangan serta akuntabilitas.

Triadic partnership model (model kemitraan segitiga) yang dimiliki Heifer International Indonesia akan mengembangkan kemitraan dengan organisasi lokal yang akan menyediakan mobilisasi kelompok, pelatihan dan aktivitas untuk program pengelolaan penghidupan masyarakat.

Dengan model dan pendekatan diatas, serta pendampingan yang intensif, baik oleh mitra program dan Heifer International Indonesia, diakhir program diharapkan petani yang hidup disekitar dapat kembali berdaya melalui produksi sumber daya pertanian dan peternakan.

Saat ini, Heifer International Indonesia mengimplementasikan 8 program induk yang saling terkait dan terintegrasi secara erat, ke-8 program induk tersebut adalah; (1).Building Capacity of Local Organizations (BiC), Sustainable, (2). Mixed Crop Agriculture Livestoc Livelihood (SMALL), (3).Community Animal Health Volunteers in Indonesia (CAHVI), (4).Rebuilding Livelihood for Tsunami Disaster Affected Communities in Aceh and Nias, (5).Livelihood Empowerment through Agro-forestry (LEAF) in Southern Sumatra, (6).Sustainable Agro-Livestock Livelihood and Gender Empowerment (STAGE) in North Sumatra, (7).Community Livelihood Empowerment through Agro-ecology for Holistic Development (Co-LEAD) in West Sumatra and (8). Partner Capacity Building Grant
Program Pemberdayaan Petani dan Pertanian Dataran Tinggi yang Berkelanjutan bagi Ketahanan Pangan dan Konservasi Kawasan Danau Toba (Sustainable Upland Agriculture and Indigenous Farmers Empowerment toward Food Security and Lake Toba Conservation / Save Lake Toba Program)


Program 3 tahun ini akan memberdayakan sedikitnya 315 petani lokal yang berada di Kabupaten Samosir dan Dairi untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi penghidupan mereka. Melalui program ini, akan dilakukan perbaikan keberlanjutan penghidupan petani dengan mengintegrasikan pertanian dataran tinggi dengan pemeliharaan ternak yang akan meningkatkan pendapatan yang berkelanjutan sembari melakukan konservasi kawasan Danau Toba.

Partisipan program ini akan mendapatkan dukungan berupa ternak babi (kepada 190 KK), ternak kambing (kepada 100 KK), kerbau (kepada 25 keluarga), bibit ikan (kepada 150 KK) dan sarana produksi hortikultura termasuk bibit pohon tanaman buah-buahan. Selanjutnya, sebanyak 630 keluarga baru akan mendapatkan dukungan melalui mekanisme penerusan dari keluarga penerima awal.

Program ini-seperti program Heifer lainnya- juga akan memfasilitasi pelatihan-pelatihan baik teknis dan non-teknis. Pelatihan teknis berupa pengelolaan ternak, aquaculture, apiculture, pertanian organic, pengelolaan air dan pengelolaan sumber daya alam. Sedangkan untuk pelatihan non-teknis akan diberikan Cornerstones (Prinsip-prinsip Dasar Heifer) dan Model Pengembangan Masyarakat yang Holistik dan Berasas Nilai, pemasaran dan kewirausahaan, gender dan analisa sosial, dan pelatihan lainnya.

Dalam implementasi Program Safe Lake Toba, Heifer International Indonesia berkolaborasi dengan 3 mitra LSM lokal, salah satunya adalah Yayasan Vita Dulcedo mengambil lokasi di Desa Palipi, Kabupaten Samosir. Pada Rabu, 11 Juni 2008 lalu, bersama mitra Vita Dulcedo, Heifer International Indonesia meresmikan Sanggar Belajar Desa yang berisikan perpustakaan dan wadah belajar dan berdiskusi bagi para partisipan dan petani di Desa Palipi, Samosir. Turut meresmikan sanggar tersebut adalah Bapak Wakil Bupati Samosir, Ober SP Sagala, SE. Dimana sebelumnya Heifer International Indonesia juga telah mengadakan dialog dengan jajaran pemerintah setempat dalam usaha mensinergiskan program-program Heifer International Indonesia dengan program-program pemerintah disetiap lokasi program Heifer International Indonesia bekerja.

Buku-buku perpustakaan ini, tidak hanya akan di akses oleh anggota kelompok mitra Heifer saja, tapi juga bisa di akses oleh seluruh warga Desa Palipi yang ingin menambah wawasan. Buku-buku yang tersedia antara lain adalah buku pertanian, peternakan, bacaan anak-anak, sejarah Batak, kerajinan tangan praktis, dll.

Peresmian Sanggar Belajar desa ini dihadiri oleh anggota kelompok, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat Palipi. ”Sebelumnya mereka belum pernah mendengar ataupun mengetahui ada Sanggar Belajar Desa, dimana mereka dapat menambah pengetahuan mereka baik dalam hal pertanian, peternakan karena pertanian dan peternakan yang mereka jalankan hingga kini masih secara tradisional.” jelas Afrina Sagala, Program Officer North Sumatra Heifer International Indonesia.

Melalui peresmian acara ini, Pihak Pemda Samosir menunjukkan komitmennya untuk mendukung Sanggar Belajar ini. Bupati secara personal menyumbangkan sejumlah buku untuk mengisi Sanggar ini. Beliau juga berjanji, akan membahas di Kantor Bupati bagaimana akan mendukung Sanggar yang di inisiasi oleh Vita Dulcedo dan Heifer ini.

Pemda Samosir berharap, agar Sanggar Belajar yang di inisiasi oleh Vita Dulcedo dan Heifer International Indonesia di Desa Palipi ini menjadi ”Pilot Project” pertama di Kabupaten Samosir.

Direktur Heifer International Indonesia, Henri Sitorus juga menyampaikan, semoga Sanggar Belajar ini menjadi wadah bagi semua masyarakat Desa Palipi. ”Yang dilakukan oleh Heifer International Indonesia dengan mitranya hanyalah sebagai stimulus untuk menggugah minat baca masyarakat di Desa Palipi.” tambah Henri Sitorus dalam sambutannya.

Tujuan lain dari Sanggar Belajar Desa ini juga untuk menjadi wadah berbagi dan meneruskan pembelajaran diantara partisipan ataupun kepada petani lainnya di Desa Palipi mengenai peternakan dan pertanian, seperti salah satu bunyi dari 12 Cornerstones Heifer yang merupakan keunikan khas Heifer sebagai lembaga swadaya masyarakat yaitu passing on the gifts atau penerusan manfaat dan amanah.


No comments: