Tuesday, July 1, 2008

MICHAEL SITOHANG MELANJUTKAN TRADISI MUSIK BATAK


Satu lagi keturunan Sitohang yang berbakat alami dalam seni musik. Michael Sitohang, saat ini berusia 11 tahun dan baru naik ke kelas 6 Sekolah Dasar. Dia tinggal bersama orang tuanya di Tangerang wilayah pinggiran Jakarta. Ayahnya Rimson Sitohang secara sengaja memang mendidik Michael bermain semua alat musik batak seperti Sarune (serunai), Sulim (seruling), Taganing dan lain-lain. Saat ini Michael sudah sering tampil menghibur antara lain di pesta-pesta pernikahan masyarakat Batak sekitar Jakarta. Pendengarnya sangat kagum dengan kemampuan Mikael memainkan semua alat musik tradisional Batak. Dengan kemampuannya yang dimiliki pada saat usianya yang masih muda seperti ini, tampaknya hanya waktu dan kesempatan untuk sering tampil dipanggung saja yang dibutuhkan Michael untuk menjadi artis seni Batak berkelas nantinya.

Michael Sitohang sedang bermain Sarune.

Sejarah seni tradisonal Batak dihiasi oleh banyak keturunan marga Sitohang yang kampiun di bidangnya. Sebutlah misalnya Magumbang Sitohang dan Dari Uhum Sitohang. Kedua nama ini adalah pendiri dan pemilik opera Batak yang tersohor pada antara tahun 50an hingga akhir tahun 70an.

Selain kedua nama itu, penggemar Opera Batak juga tentu akan mengingat satu primadona yang sangat dinanti-nanti penggemarnya pada masanya yaitu Rosmala Sitohang. Walaupun saat ini Rosmala tidak segemerlap atau secantik saat ia masih muda dulu namun bakat seninya diakui tidak lekang sama sekali. Saat ini sesekali dia masih tampil di cafe-cafe yang atau pesta-pesta pernikahan orang Batak di Jakarta. Permainan taganingnya masih mendapatkanm pujian dari para pendengarnya.

Salah satu mantan seniman Opera Batak yang masih tetap berkarya saat ini adalah Marsius Sitohang. Marsius saat ini tinggal di Medan dan sudah hampir duapuluh tahun belakangan ini menjadi dosen musik Batak di Jurusan Etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara Medan. Dengan kemampuannya bermain semua alat musik Batak terutama sulim, Marsius sudah tampil di berbagai pentas di banyak tempat termasuk beberapa kali di luar negeri seperti di New York Amerika Serikat. Catatan menarik tentang kemampuan Marsius dalam meniup sulim adalah kesaksian Monang Naipospos, seorang budayawan Batak Toba yang tinggal di Huta Tinggi Toba Samosir berikut ini:
"Marsius pernah saya lihat dan dengar mengeluarkan kepiawaian main serulingnya saat sahabatnya Osner Gultom meninggal di Porsea. Seyogianya suara seruling itu didengar melalui Sordam. Marsius bersama rekannya pemusik batak mempersembahkan melodi sendu yang dikatakannya sebagai pengganti ratapan (andung).

Sayang, tidak ada alat rekam saat itu, karena mungkin di lain suasana saya tidak mendengar lagi suara seruling seperti itu. Dia meneteskan air mata, suara seruling terus mendayu, merintih, meratapi sahabatnya yang lebih dulu meninggalkannya.... "
Selain itu musisi Batak keturunan Sitohang lainnya adalah Martogi Sitohang, seorang musisi muda Batak lulusan Jurusan Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara. Seperti Marsius, Martogi yang lahir dan besar di Samosir ini juga piawai memainkan semua alat musik tradisionil Batak. Martogi yang saat ini tinggal di Jakarta juga telah tampil di berbagai pentas pertunjukan di berbagai tempat di Indonesia bahkan di manca negara termasuk di Eropa dan Amerika Serikat. Martogi telah meluncurkan beberapa album seperti "Seruling Sang Guru" berisi musik instrumentalia Batak. Baru-baru ini Martogi juga telah meluncurkan sebuah album berisi musik instrumentalia rohani bekerja sama dengan pemain biola terkemuka Hendri Lamiri dengan judul "Praises of the Little Shepperds." Martogi saat ini banyak melakukan eksperimen musik tradisional Batak dengan harapan musik Batak tetap lestari dengan mengadopsi beberapa bagian dari warna musik modern.

Kehadiran Mikhael tampaknya akan meneruskan sekaligus mengukuhkan nama besar marga Sitohang dalam catatan sejarah musik Batak. Semoga...


Mikhael Sitohang sedang bermain kecapi Batak yang disebut "Hasapi".

Michael Sitohang sedang menium seruling Batak yang disebut "sulim."



Martogi Sitohang dalam sebuah penampilannnya di Amerika Serikat.
Martogi Sitohang ketika tampil di Cafe Toba Dreams Jakarta. Pada saat itu dia tampil bersama musisi muda Batak lainnya Viky Sianipar.

Marsius Sitohang ketika tampil di New York Amerika Serikat.


Ardoni Sitohang, adik Martogi Sitohang yang juga piawai memainkan alat-alat musik Batak dalam sebuah penampilan bersama Marsius Sitohang (berjas biru di belakang Ardoni) di Medan.
Jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai seniman-seniman tersebut di atas, termasuk informasi pemesanan pementasan dapat juga mengirimkan email ke:
pomparan@sitohang.org

8 comments:

HH. Samosir said...

Tidak ada yang lebih dari penyampaian rasa hormat kepada generasi muda kita Batak, yang dengan rasa cinta dan tidak mengenal lelah meneruskan adat dan kebudayaan Batak.

Humphrey Samosir

Par Bintan said...

@HH. Samosir

Terimakasih atas appresiasinya lae. Semoga orang-orang batak lainnya juga terpanggil untuk mengapresiasi kebudayaan Batak seperti lae.

Horas semoga sukses dalam tugas lae,

Anonymous said...

sorry bang...ada revisi nama
1. namanya michael sitohang
2. nama ayahnya rimson sitohang
demikian pemberitahuan saya
terima kasih
rimson sitohang

Antoni Pasaribu said...

Mantapppp..
salut untuk Michael Sitohang..
maju terus musik Batak.

udah banyak yg mendengar permainan Michael di sebuah forum, klik : http://solfegio.indonesianforum.net/karya-anda-f33/test-seruling-batak-dengan-kn2600-t558.htm

H O R A S
Antoni Pasaribu
http://solfegio.co.cc
http://solfegioforum.co.cc

Silalahi said...

Bangga ama michael dkk. Aku jg lg blajar sulim,tp ga da yg bs ngajari n tlah kucari buku tutorialnya jg ga da. Tlg bantu saya,mauliate! Email:v_avo766hi@yahoo.co.id

murni sinaga said...

Dimana belahar gondang batak.. Saya mau kursusin anak"

murni sinaga said...

Saya mau kursusin anak" saya gondang batak mohon info..

ronald on said...

horas amang.. saya mau tanya2 seputar gondang batak buat melengkapi tesis saya.. salam kenal amang. bisa saya ketemu amang? saya ronald manalu. kuliah jurusan desain komunikasi visual.