Friday, November 14, 2008

ANDALIMAN

Teks dan Foto: Charlie M. Sianipar

Sebagian daerah di Tano Batak menyebutnya intir intir. Bahasa Kerennya Zanthoxylum acanthopodium. Tanpa andaliman, masakan khas Batak seperti naniarsik, naniura dll akan terasa tidak lengkap.

Tumbuhan ini belum dibudidayakan, kebanyakan tumbuh liar ditepi hutan yang semakin menipis. Dari daerah tapanuli dikirim ke kota kota besar di Indonesia.

Di Jakarta dapat ditemukan di Pasar Senen.


In this photo: Bona ni ANDALIMAN


6 comments:

Anonymous said...

Tung mansai tabo ma tutu andaliman i. pintor sai hitir do dila molo nga dibahen andaliman i dongan ni arsik.
di hutanami godang do andaliman....

Parlobutala said...

Sepertinya andaliman belum banyak diperkenalkan sebagai salah satu "pelengkap" resep makanan. Jangan-jangan juga bisa dibuat untuk bahan obat.

Masakan dari daerah lain, kurang mengenal andaliman. Maka sudah waktunya untuk "memasarkan" andaliman sebagai pelengkap kuliner.

Michael Siregar said...

Horas Lae...
saya Michael Siregar di Amerika.
Saya senang sekali dengan Blog dan semua tulisan teman teman yang mengenai Batak dan segala Culture accessoriesnya, ini perlu agar kita tetap menjaga dan melestarikan budaya kita... Mauliate, Horas.

Eston Hasian said...

Horas, molo di Bintan adong do? Holan gambar na i pe binereng nungnga ro ijur.

Par Bintan said...

@Lapotimus

Horas amang...Toho do i. Di huta ni tulang di Pollung do huida langsung bonani andaliman...Tung mansai repot do hape mamotik andaliman sian bonana na marsuga-suga i...

@Eston Hasian

Dang hea dope huida andaliman di P Bintan lae...Alai anggo rimbang godang do di Bintan...

Mauliate di haroromuna tu bagas nami on.

Horas,

mievta said...

Wah rasanya baru denger n lihat tanaman ini dah.
Nice info Gan !