Friday, February 6, 2009

MENLU HILLARY CLINTON AKAN MENGUNJUNGI INDONESIA


Website Harian KOMPAS http://www.kompas.com/ hari Jumat, 6 Feruary 2008 memberitakan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang baru Hillary Clinton akan mengunjungi Indonesia pada tanggal 18-19 Februari 2009 dalam rangkaian lawatan kerja luar negerinya yang pertama sejak dilantik bulan Januari 2009 lalu.


Pilihan untuk memulai pekerjaan diplomasinya dengan tour ke Asia merupakan perubahan dari tradisi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ketika memulai jabatannya. Biasanya Menlu Amerika Serikat yang baru memulai kunjungan pertamanya ke negara-negara sekutunya di Eropah dan Timur Tengah.

Perubahan itu bahkan menjadi lebih berarti bagi kita karena Indonesia termasuk ke dalam negara-negara yang dikunjungi. Padahal hubungan kerjasama politik luar negeri Indonesia dengan Amerika Serikat sejak era reformasi 10 tahun yang lalu tidak dapat dikatakan sebagai sebuah hubungan yang istimewa.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perubahan ini untuk sebagian besar dikarenakan faktor hubungan emosional Presiden Obama terhadap Indonesia karena sebagian masa kanak-kanaknya dilalui di Jakarta. Dalam berbagai kesempatan dan buku maupun otobiograpi yang ditulisnya nampak jelas bahwa pengalaman Obama tinggal di Indonesia dan mempunyai ayah tiri orang Indonesia sangat membekas dan bernilai. Hal itu sekali lagi dia tunjukkan baru-baru ini ketika untuk pertama kalinya mengunjungi kantor Departemen Luar Negeri dan bertemu dengan para staf Departemen yang dipimpin oleh Hillary Clinton tersebut.

Ketika salah seorang dari staf Deplu AS yang pernah bertugas di Indonesia menyapanya dalam bahasa Indonesia, dengan cepat Obama membalasnya di depan staf Deplu Amerika Serikat lainnya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih. Hal ini jelas merupakan bukti yang kuat bahwa Obama bangga dengan keindonesiaan yang ada dalam dirinya. Padahal kita semua tahu bahwa di tataran pergaulan bahasa-bahasa dunia bahasa Indonesia tidaklah termasuk kelompok bahasa yang bergengsi.

Sudah jelas hal ini merupakan pertanda (gesture) yang baik bagi Indonesia. Persoalannya ialah seberapa banyak Deplu Indonesia bisa mengambil manfaat dari faktor Indonesia yang ada dalam diri Obama yang sangat dibanggakannya itu. Kinerja dan postur politik luar negeri Indonesia yang selama ini jauh dari menggembirakan hendaknya mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan aliansi Indonesia dengan Amerika Serikat untuk membantu Departemen Luar negeri Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di forum-forum Internasional.

Sebab bagaimanapun, adalah fakta bahwa Amerika Serikat masih tetap menjadi negara adidaya yang sangat berkuasa dan menentukan banyak hal di atas bumi ini. Jadi lebih menguntungkan bagi Indonesia menjadi sekutu yang baik bagi Amerika Serikat ketimbang menjadi salah satu dari ratusan teman biasa.
"Menlu Hassan Wirayudha, jangan sia-siakan momentum ini...!"

3 comments:

Fredy said...

Semoga kunjungan ini membawa dampak yang positip bagi Indonesia.

tiar sitohang said...

horas ito...
wah nama borunya ito terinspirasi dari Hillary ini ya?.
borunya abangku di bekasi juga namanya : Hillary Excell Reed Myrthh Sitohang, jadi bapakku di kampung, di panggil Oppung Hillary.
God bless

Par Bintan said...

Horas juga,

Saya memang pengagum Hillary sejak dulu. Tetapi saya menamai boru kami sipaidua Hilary br Tohang sebetulnya untuk selalu mengingat Uskup kami di Tanjungpinang yaitu Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD yang sangat banyak memberi perhatiannya kepada kami sekeluarga. Bahkan lebih istimewa lagi bahwa saya bertemu edamu pertama kali pada saat menghadiri missa yang dipimpin oleh bapak Uskup itu.

Terimakasih untuk perhatianmu.