Friday, March 6, 2009

TENTANG INTEGRITAS DAN ANGGOTA DPRD KITA

Gedung DPRD Tanjungpinang


Oleh: Petrus M. Sitohang

Dalam sebuah sessi internal Gabungan Komisi DPRD Tanjungpinang untuk membahas RAPBD Tanjungpinang 2009 awal bulan Februari yang lalu, para anggota dewan tersebut berdebat mengenai pengertian kata integritas. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 lebih. Saya berada di sana sebagai tenaga konsultan yang tugasnya membantu DPRD untuk memfasilitasi proses pembahasan RAPBD.

Hampir semua anggota sudah menyampaikan pendapatnya tetapi Tahi Lumban Tobing, seorang anggota yang sudah cukup berumur dari Partai Patriot Pancasila, pensiunan anggota periwira intelijen Kodim pada masa orde baru merasa tidak puas dengan penjelasan teman-temannya. Dia kemudian meminta kesepakatan dari teman-temannya untuk meminta saya memberikan pendapat saya soal makna kata integritas. Sebagaimana biasanya, permintaan kesempatan bicara atau usul TL Tobing, yang oleh teman-temannya sesama anggota dewan Kota Tanjungpinang biasa dipanggil babe ini, langsung dikabulkan oleh pimpinan sidang saat itu yaitu Raja Mansyur Razak (Golkar) , Asep Nana Suryana (PDIP), M. Ali (PKS) dan Sumarno (PDK).

Saat pimpinan rapat meminta saya untuk menyampaikan pendapat, sebenarnya saya merasa sedikit kaget dan tidak siap. Mengapa? Karena hal memberikan definisi atau pengertian sebuah kata sebenarnya bukan bidang keahlian saya. Saya hanyalah seorang akuntan yang diminta dan dibayar dengan APBD untuk memberikan bantuan berupa referensi peraturan-peraturan pemerintah yang berhubungan dengan pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah dan membantu membuat kertas kerja untuk merekam kinerja pembahasan yaitu perubahan mata anggaran yang disepakati baik per Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) maupun perubahan RAPBD secara keseluruhan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan membuat laporan pembahasan Gabungan Komisi atau Panitia Anggaran DPRD. Lagipula selama hampir tiga tahun mendampingi mereka, saya belum pernah melihat mereka terlibat pada diskusi mengenai topik yang satu ini meskipun pimpinan DPRD diwajibkan untuk membuat Pakta Integritas setiap kali saat menyampaikan laporan kegiatannya selaku pimpinan dewan.

Tetapi karena sejak lama saya sudah sering membaca mengenai berbagai tulisan mengenai kata yang satu ini dan bahkan bidang profesi akuntan yang saya geluti memang banyak memberikan bekal mengenai pengertian dan penerapan integritas dalam menjalankan profesi akuntan saya segera membetulkan posisi duduk saya yang sebelumnya pasif dan menghidupkan pengeras suara di depan saya. Saya memulai dengan berkata ini kepada mereka.

"Pimpinan sidang dan bapak-bapak serta ibu anggota dewan yang saya hormati, terimakasih atas kesempatan yang bapak berikan kepada saya untuk menjelaskan mengenai pengertian kata yang bagi saya sangat penting maknanya ini."

Saya memperhatikan bahwa mereka semua sungguh-sungguh menyimak pembicaraan saya. Itu bukan saja membuat saya merasa senang tetapi juga merasa tertekan karena saya kawatir bahwa jawaban saya pada akhirnya tidak akan memuasan mereka semua.

Lalu saya melanjutkan penjelasan saya tentang kata integritas dengan mengemukakan pengalaman pribadi ketika hendak dijamu makan malam oleh seorang atasan saya seorang Singapura keturunan India bernama Giles Miranda di sebuah tempat bernama Clark Quay di Singapura. Waktu itu Giles menawarkan untuk membawa saya makan malam di sebuah restoran India favorit keluarganya. Seketika saya mulai resah. Di satu sisi saya tidak ingin mengecewakannya karena menolak untuk mencicipi makanan kesukaannya. Di sisi lain saya juga tidak ingin berpura-pura menyukai masakan India padahal mulut dan lidah saya memang tidak bisa menerima ramuan khas India seperi bau kayu manis dan karinya. Tetapi tanpa membuang-buang waktu saya langsung katakan kepadanya begini, "Maaf pak Giles, saya tidak biasa makanan India sebelum ini. Kamu tahu di Indonesia tidak mudah menemukan restoran India walau saya yakin ada beberapa. Saya ini orang yang sangat fleksible dalam banyak hal tetapi sayangnya saya adalah seorang yang sangat konservatif soal makanan. Kelak kamu akan tahu bahwa saya mengatakan yang sebenarnya. Untuk malam ini bisakah kamu bawa saya ke salah satu restoran Cina?".

Kekawatiran saya ternyata tidak terbukti. Giles tidak keberatan dan hubungan kerja kami selanjutnya tidak terganggu hanya gara-gara saya menolak makanan favoritnya. Bahkan dari seorang teman saya pernah dengar bahwa dia memuji kejujuran saya sejak pertama kali bertemu dia.

Lalu saya katakan kepada para anggota dewan yang serius mendengarkan itu bahwa seorang yang memiliki integritas adalah yang konsisten mengatakan pendapatnya dengan siapapun dia bertemu dan tidak berubah-ubah hanya karena lawan bicaranya berbeda. Memiliki integritas berarti memiliki keutuhan sikap diri atas semua situasi yang berbeda.Lalu saya akhiri uraian saya dengan memberikan kesimpulan begini, "Walau kata integritas digunakan dalam konteks pribadi atau organisasi atau bahkan negara, unsur terpenting dari kata integritas adalah adanya kejujuran. Sikap mengedepankan popularitas di hadapan audiens atau konstituen untuk meraih tujuan jangka pendek bukanlah wujud dari integritas diri."

Dan sekali lagi saya bersyukur bahwa jawaban saya yang gamblang itu tidak membuat satupun dari mereka merasa tersinggung dan bahwa saya telah mencoba menunjukkan integritas pekerjaan saya selaku staff ahli kepada para anggota Dewan yang terhormat itu.


Berpose bersama beberpa anggota DPRD Tanjungpinang. Dari kiri ke kanan: Sukandar (PDIP), Fauzy Saleh (Golkar), Petrus M. Sitohang dan Pipin Hasibuan (Demokrat)


2 comments:

Mr Bien said...

Mantapkali jawabannya untuk saya nyasar ke blog Appara jadi saya mengerti tentang kata "Integritas"
Mauliate ma salam kenal dan Horas
Maju terus Pantang Mundur

Par Bintan said...

@Mr. Bien

Terimakasih.

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...