Saturday, February 16, 2013

BERSAMA DEWAN KOTA TANJUNGPINANG 2009-2014


Berpose bersama pimpinan DPRD Tanjungpinang sesaat setelah sebuah sidang paripurna. Bari depan dari kiri ke kanan: Mekhwanezar (Sekretaris Dewan), Sukandar (PDIP), Muhammad Arif (PKS), Ahmad Dhani Pasaribu (PDK). Baris belakang dari kiri ke kanan, H. Syaiful Bahri (PAN), Zarnizar (Golkar), Boorman Sirait (PDIP), Suparno (Ketua, PDIP), Renni (PIB), Asep Nana Suryana (PDIP dan saya.
Sejak tahun 2006 saya menjadi konsultan profesional DPRD Tanjungpinang khusus untuk masalah-masalah anggaran dan keuangan daerah. Saat ini terdapat 25 orang anggota DPRD Tanjungpinang hasil pemilihan umum 2009. Adapun susunan anggota DPRD Tanjungpinang saat ini adalah:

1. Suparno, Ketua (PDIP);
2. Husnizar Hood, Wakil Ketua I (Demokrat);
3. Raja Mansyur Razak, Wakil Ketua II (Golkar);
4. Asep Nana Suryana (PDIP);
5. Sukandar (PDIP);
6. Boorman Sirait (PDIP);
7. Andi Ginta Asmara (Demokrat);
8. Maskur Tilawahyu (Demokrat);
9. Muhammad Nazar (Golkar);
10. Zarnizar (Golkar);
11. H. Burhanuddin (PAN);
12. H. Syaiful Bahri (PAN);
13. Jamal Adi Susanto (PAN);
14. Muhammad Arif (PKS);
15. Wan Firman (PKS);
16. Hj. Ismiyati (PKS);
17. Benni (PIB);
18. Reni (PIB):
19. Azhar (Hanura);
20. Agung Triyanto (PKPB);
21. Ahmad Dhani Pasaribu (PDK);
22. Hj. Vonny Engelin L. (PDP);
23. Zainul Arifin (PPP);
24. Dewa Bahagia (PPP);
25. Denni Mulyana (PKNU)

Bersama Husizar Hood, Wakil Ketua I dari Demokrat
Tugas saya sebagai konsultan DPRD adalah mendampingi Badan Anggaran atau Gabangan Komisi atau Panitia Khusus atau Panitia Kerja yang dibentuk untuk membahas Rancangan peraturan-peraturan daerah mengenai APBD, Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban Kepala Daerah dan lain-lain rancangan yang berhubungan dengan keuangan daerah. Latar belakang pendidikan saya sebagai Sarjana Akuntansi dan sebagai Akuntan (baik internal maupun publik) membantu saya menjalankan tugas yang unik ini. Di samping menggunakan keahlian di bidang anggaran maupun akuntansi saat memberikan pendampingan kepada anggota-anggota Dewan saya harus melengkapi pengetahuan saya mengenai peraturan-peraturan pemerintah yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi dewan di bidang legislasi, penganggaran dan pengawasan dan legislasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Bersama Muhammad Nazar (Golkar),
Raja Mansyur Razak, Wakil Ketua II dari Golkar dan saya.
Menjadi konsultan DPRD yang profesional dan independen saya juga harus menunjukkan sensitifitas politik atas dinamika yang terjadi dalam ruang sidang dewan. Hanya dengan begitu semua anggota-anggota dewan yang berasal dari partai politik yang berbeda-beda dapat menerima pendapat yang kita sampaikan atas suatu topik bahasan dalam ruang sidang dewan yang terhormat itu.

Keanggotaan DPRD Tanjungpinang merefleksikan dengan jelas mengenai kemajemukan penduduk kota Tanjungpinang. Selama bertugas menjadi pendamping DPRD Tanjungpinang selama 7 tahun terakhir ini saya menyaksikan kedewasaan wakil-wakil rakyat Tanjungpinang dalam berpolitik ditengah-tengah keragaman etnik, aliran politik dan agama konstituen mereka masing-masing yang membentuk kota Tanjungpinang yang disebut juga Kota Gurindam sebagai miniatur Indonesia.


No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...