Saturday, January 11, 2014

TESTIMONI TERHADAP 41 TAHUN PDI PERJUANGAN



Dimpos Manalu:
"Saya bukan kader PDI Perjuangan, juga bukan simpatisan. Tapi, kalau melihat Megawati Soekarnoputri, saya masih bergetar.

Getaran ini mungkin terjadi karena masa lalu. Saya masih mengingat, pada saat mahasiswa 1990-an, beberapa tahun sebelum "reformasi", ada perasaan heroik menempelkan fotonya (sticker) di dinding kamar kost. Juga ikut demonstrasi menentang Soeharto yang mengintervensi dan merepresi Megawati dalam pemilihan ketua umum PDI, saat itu. Dan itu pula yang membuat kami harus berurusan dengan intel keamanan.


Ya, di antara semua ketua umum partai saat ini, rasanya, hanya Megawati-lah personifikasi dan simbol perlawanan terhadap militerisme Orde Baru. Ketua umum partai lain justru bagian dari rezim itu, dan sebagian lagi tak jelas keberadaannya pada masa sulit itu. Walaupun hari ini justru merekalah teriak-teriak lebih kencang, seolah-olah pejuang besar.

Buat saya, politik bukan hanya memori masa kini. Tapi, juga memori masa lalu dan masa depan. Dirgahayu..."

Dimpos Manalu, seorang pegiat LSM di Sumatera Utara. Testimoni ini dikutip dari laman media sosial Facebook miliknya.

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...