Tuesday, February 18, 2014

SILATURAHMI DENGAN JEMAAT GKPS AIR RAJA BT 12 TANJUNGPINANG

Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) adalah Gereja yang berbasiskan masyarakat etnis Batak Simalungun dan berpusat di Pematang Siantar. Selain di daerah basisnya di Simalungun, GKPS sudah menyebar ke berbagai pelosok di Indonesia di mana perantau Simalungun bermukim seperti di Tanjungpinang dan Batam. Saat ini di Tanjungpinang saja terdapat 2 gereja GKPS. 

Meskipun saya tidak berbahasa Simalungun dengan aktif, namun karena dilahirkan di Pematang Siantar yang merupakan bagian dari tanoh Simalungun, saya merasa memiliki kedekatan batin dan rasa hormat yang dalam dengan masyarakat dan budaya Simalungun. Apalagi salah satu marga terbesar etnis Simalungun adalah marga Purba yang adalah marga mertua saya.


Oleh karenanya saya merasa seperti berada di tengah-tengah keluarga dekat ketika datang dan mengikuti ibadah di GKPS Air Raja Batu 12 hari Minggu tanggal 16 Februari 2014. Saya merasakan sambutan yang hangat dan tulus dari warga jemaat GKPS termasuk gembalanya bapak Pendeta Sipayung dan voorhanger St. A Purba.

Inti kotbah Pendeta Sipayung saat itu mengingatkan jemaat bahwa manusia diberikan Tuhan kebebasan untuk memilih apa yang diingini dalam hidupnya. Setiap hari manusia diberikan berbagai pilihan, dan semua pilihan akan membawa ganjaran dan konsekuensinya. Memilih untuk mengikuti Kristus berarti memilih untuk kehidupan yang kekal dalam Tuhan. Dan pilihan itu membawa kewajiban untuk hidup sesuai dengan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari termasuk untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Ketika diberi kesempatan memperkenalkan diri di altar saya sungguh merasa mendapat kehormatan dari orang yang seasal dengan saya di perantauan di Tanjungpinang ini. Saya merasa seperti berada di kota kelahiran saya Pematang Siantar.

Bagi saya, peristiwa bertemu dengan jemaat GKPS hari Minggu itu bukan hanya perjumpaan fisik semata dengan warga yang sebagian besar sebenarnya merupakan teman sesama anggota perkumpulan marga-marga Batak di mana saya juga menjadi anggotanya seperti Punguan Si Raja Purba Boru dan Bere, Punguan Pomparan Op. Tuan Situmorang Sipitu Ama Boru & Bere, Punguan Pomparan Raja Silahisabungan Boru & Bere dan Punguan Toga Pakpahan Boru & Bere. Pertemuan itu sungguh merupakan perjumpaan yang saling menguatkan dalam pilihan atas iman dan pengharapan pada kehidupan yang kekal sebagaimana diajarkan Yesus Kristus.

No comments: