Wednesday, March 26, 2014

FAIRKAH VIDEO "JOKOWI KUTUNGGU JANJIMU"


Oka Effendi
 Video berdurasi singkat ini saya lihat tadi malam di RCTI. Awalnya saya kira ini adalah video kampanye dari PDIP namun dari awal hingga akhir video tersebut tidak sedikit-pun ada embel-embel partai.

Saya pribadi menilai kalo video itu sebuah 'black campaign' dari (mungkin) salah satu partai politik ataupun pasangan Capres/Cawapres yang ada. Semacam 'character assassination' yang dilakukan lawan untuk menjatuhkan image/popularitas seseorang.

Di tengah masa kampanye seperti ini saya tidak habis pikir bagaimana video tersebut bisa lolos tayang di RCTI. Sepertinya memang ada maksud dan tujuan tertentu dengan penayangan video tersebut. Apakah seharusnya Bawaslu memeriksa dan menyelidik video tersebut? Apakah ada unsur pelanggaran dalam video tersebut?

Banyak kalangan (masyarakat) yang berharap Jokowi tidak mencalonkan diri menjadi Capres pada pemilu 2014 ini supaya Jokowi bisa menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI sampai habis masa jabatannya. Masih banyak PR di DKI yg belum selesai dan perlu penanganan lebih lanjut. Baiknya beliau menjadi Capres pada Pemilu 2019 saja, begitu harapan-nya.

Hendaknya kasus video diatas dan maraknya statement negatif yg dilontarkan lawan politik di media membuka mata kita semua. Bahwa apapun bisa dilakukan lawan untuk mencapai kemenangan. Saya rasa, kita saat ini berkompetisi dengan waktu karena semakin cepat diperbaiki maka akan semakin baik Negeri ini. Bisa kita bayangkan jika Jokowi baru nyapres pada pemilu 2019, apa yang akan terjadi? Tentunya lawan tidak akan diam dan dalam 5 tahun kedepan apapun bisa saja terjadi.

DKI Jakarta adalah bagian integral dari Indonesia, jadi jika Jokowi menjadi Presiden RI bukan berarti dia meninggalkan DKI Jakarta. Seharusnya ini semakin membuka peluang yg lebih besar dimana antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menjadi lebih sinkron dalam penanganan/pembangunan di daerah-daerah. Jakarta itu DKI alias Daerah KHUSUS Ibukota. 'Khusus' disini tentunya juga mempunyai arti dalam hal tata kelola Jakarta itu sendiri sebagai daerah Ibukota Negara.

Saat ini, kita belum menemukan SUPERMAN untuk memimpin negeri ini maka setidaknya kita bisa mencari pengganti sementara-nya yang mau bekerja (dengan tulus), nyata hasil kerjanya dan jujur. Probably, SUPERMAN was not born, but is made!

Catatan:
Opini ini merupakan Catatan Oka Effendi di akun Facebooknya. Oka adalah seorang eksekutif di sebuah perusahaan asing di Batam aktif mengamati perkembangan sosial politik Indonesia.

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...