Monday, April 28, 2014

JIKA GAGAL KOALISI, SBY SIAP JADIKAN DEMOKRAT PARTAI OPOSISI

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberi respons pada spekulasi yang berkembang mengenai sikap politik partainya. Ia memastikan, Demokrat belum menentukan sikap berkoalisi dan mempertimbangkan menjadi oposisi apabila gagal menemukan partai yang memiliki kesamaan platform. Demikian situs berita www.kompas.com melaporkan.

SBY menyebutkan, Demokrat masih terbuka pada semua kemungkinan. Komunikasi politik juga terus dilakukan untuk memetakan peta koalisi dan mendapatkan keputusan yang tepat. SBY tidak ingin partainya menjadi partai oportunis yang berbondong-bondong mendukung capres atau partai tertentu tanpa alasan yang jelas. Ia memastikan bahwa Demokrat hanya akan berkoalisi dengan akal sehat, memilih tandem koalisi yang memiliki platform jelas, rasional, dan sejalan dengan misi yang diperjuangkan oleh partainya.


"Kami tak akan mendukung bila platformnya berbeda. Lebih baik kami di luar (pemerintahan), mandiri, berjuang dari sisi yang lain," ujarnya.

Bagi saya sikap SBY seperti ini patut dihargai. Ini menunjukkan kematangan dan sisi kenegarawanan seorang SBY. Pesan ini harusnya dibaca dengan jelas oleh partai-partai yang selama 10 tahun masa pemerintahan SBY menjadi mitra koalisi Partai Demokrat.

Kalau kita masih percaya akan nilai kesetiaan dan mengenakan pakaian "kesetiaan" dalam berpolitik di negeri ini, maka logikanya hanya akan ada maksimal 3 pasangan capres dan cawapres dalam pemilu presiden bulan Juli 2014 nanti yaitu: 1. pasangan Capres/Cawapres dari partai koalisi yang berkuasa saat ini, 2. Pasangan dari PDI Perjuangan bersama Partai Nasdem yang segera setelah Pemilu Legislatif usai langsung mendeklarasikan kerjasamanya, dan 3. Pasangan dari gabungan Partai-partai Gerindra, Hanura, PBB dan PKPI.





Dari hasil quict count berbagai lembaga survey, Golkar yang selama 10 tahun menjadi partner koalisi Partai Demokrat, mengungguli perolehan suara Partai Demokrat dan partai-partai anggota koalisi lainnya yaitu PAN, PKB, PPP, dan PKS.  Masa 10 tahun koalisi 6 partai ini secara teoritis telah menciptakan "chemistry" diantara sesama mereka sehingga seyogiyanya akan lebih mudah melanjutkan kebersamaannya dalam pemilu Presiden Juli 2014.

Menurut saya, rakyat negeri ini, yang masih percaya pada nilai kesetiaan akan lebih menunjukkan rasa hormat kalau Golkar, PAN, PKS, PPP dan Demokrat menunjukkan kesetiakawanannya dengan memajukan hanya satu pasangan Capres/ Cawapres dalam Pemilu Presiden bulan Juli nanti. 


Kalau tidak, maka benarlah sinyalemen Jokowi bahwa mereka yang merasa diri elit-elit politik negeri sesungguhnya tidak lebih dari para "pedagang sapi."

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...