Thursday, April 24, 2014

VENIMUS, VIDIMUS, DEUS VICIT

Ketika kami berjumpa di markas PDI Perjuangan beberapa hari setelah pemilu legislatif langsung, seorang senior di PDIP menyalami saya sambil mengutip ucapan Julius Cesar yang terkenal dalam suratnya ke Senat Romawi setelah memenangkan pertempuran singkat di kota Zela tahun 46 SM yang menjadikannya penguasa penuh Dunia Romawi "veni, vidi, vici" (aku datang, aku lihat, aku menang).

Teman saya mungkin ada benarnya. Karena ini merupakan kali pertama saya ikut dalam Pemilu legislatif dan dari data perolehan suara di TPS-TPS yang sudah diverifikasi hingga tingkat kecamatan menunjukkan saya memperoleh suara yang cukup untuk meraih satu dari 11 kursi DPRD Kota Tanjungpinang yang diperebutkan di daerah pemilihan 2 yaitu Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Meskipun setiap kali pemilu era reformasi saya selalu mendapat ajakan dari partai-partai untuk ikut mencalonkan diri, sebelum pemilu kali ini saya selalu menolak ikut. Alasan saya yang paling utama selama ini adalah kurangnya persiapan saya dalam bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat karena waktu saya yang tersita untuk pekerjaan dan keluarga.

Sebagai seorang yang belajar di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi dan berprofesi utama sebagai akuntan, saya terbiasa menyiapkan atau paling tidak memikirkan hal-hal yang diperlukan, seringkali sampai ke hal-hal yang detil, sebelum mengerjakan sesuatu. Tentu saja dalam perjalanannya pasti akan menemui berbagai hal yang diluar rencana. Namun kebiasaan melakukan persiapan sebelum melakukan sesuatu seperti ini sangat menolong saya untuk mengantisipasi apa yang akan saya hadapi dalam perjalananannya sehingga mengurangi elemen kejutan yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Sebelum memutuskan ikut dalam Pemilu legislatif 2014, sejak awal tahun 2013 saya juga melakukan berbagai persiapan. Persiapan paling penting yang saya lakukan adalah menanyakan kesiapan isteri saya Lenni Purba untuk menjadi pendukung utama saya. Saat itu saya berfikir tidak akan ada gunanya bagi saya mendapat dukungan dari Tim Relawan dan masyarakat jika orang yang paling dekat dengan saya tidak mendukung. Ini proses yang memakan waktu berminggu-minggu, termasuk menjelaskan berulang-ulang beberapa skenario yang mungkin akan dia dan saya hadapi baik jika hasil akhirnya menang atau kalah.

Namun ketika teman senior dalam partai saya mengutip ungkapan Julius Caesar "veni vidi vici" yang terkenal itu untuk menggambarkan kemenangan saya dalam Pemilu kali ini saya merasa kurang layak. Hasil perolehan suara saya dalam pemilu kali ini bagaimanapun banyak dibantu oleh keberuntungan.

Beruntung karena Pemilu kali ini dalam suasana batin sebagian besar rakyat Indonesia ingin berpaling kembali ke PDI Perjuangan setelah 2 periode pemerintahan Partai Demokrat dan koalisinya yang amburadul dan tanpa visi yang jelas.

Beruntung karena saya bergabung dengan PDI Perjuangan saat partai politik ini sedang menuai buah dari proses transformasinya menjadi partai yang hebat. Suasana kebersamaan dalam PDI Perjuangan sangat kuat. Tidak ada pertengkaran mengenai nomor urut caleg. Tidak ada kutipan-kutipan uang dari caleg. Dan tidak ada pencurian suara antar caleg seperti yang diberitakan terjadi di partai-partai lain.

Saya beruntung, karena isteriku akhirnya dapat memainkan perannya dengan sempurna sebagai pendukung utama saya dan sebagai orang terakhir yang harus tetap bersama saya dalam situasi apapun.

Saya juga beruntung, karena saya ditemani oleh tim pendukung saya yang tergabung dalam Tim Relawan Perjuangan Menuju Sejahtera (TR PMS) yang sebagian besar adalah pribadi-pribadi yang tulus, sederhana dan ringan tangan membantu saya dalam mensosialisasikan diri saya ke tengah-tengah masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal atau paguyuban di mana mereka menjadi bagiannya.

Tanpa kerja keras mereka dan doa mereka rasanya mustahil saya mendapat suara yang cukup dari masyarakat karena beberapa kelemahan saya dan kampanye negatif yang yang dihembuskan oleh para pesaing terhadap saya mulai dari posisi di nomor sepatu yang dianggap tidak mungkin terpilih; dituding merupakan alat pimpinan PDI Perjuangan untuk memecah suara etnis Batak; dan yang paling menyedihkan dituduh bahwa di masa lalu bersikap anti gereja tertentu.

Menurut saya keberuntungan dalam hidup manusia adalah pekerjaan Tuhan. Oleh karena itu, menurut saya ungkapan yang lebih tepat untuk kemenangan ini adalah "venimus, vidimus, Deus vicit" (kami datang, kami lihat dan Tuhan memenangkan). Ini adalah kemenangan yang diberikan Tuhan.  

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...