Thursday, May 22, 2014

HARUSKAH STATUS KELUARGA DAN KEAGAMAAN PARA CAPRES DAN CAWAPRES DIPERDEBATKAN?



Saya mulai memperhatikan kecenderungan teman-teman saya dalam memperbandingkan kelayakan para capres cawapres dari sisi kehidupan keluarga dan agamanya.

Saya mengajak teman-teman saya di FB ini menjaga diri untuk tidak mencampur adukkan kehidupan pribadi dan keimanan seseorang dalam menilai kelayakan seseorang menjadi presiden.

Ada banyak pemimpin negara dan pemerintahan di negara-negara lain, yang tidak berkeluarga atau dalam status cerai (duda). Presiden Korea Selatan sekarang adalah perempuan yang tidak menikah. Pemimpin India Bodi yang baru terpilih juga pria yang tidak pernah menikah. Banyak dari para pemimpin negara di dunia ini yang tidak menikah atau sedang bercerai tetapi dapat menjalankan jabatannya dengan baik.

Sebagai seorang Kristen, saya dan banyak saudara saya Kristen di negeri ini pasti terkesan dengan latar belakang keluarga Prabowo yang dekat dengan suasana kristen. Ibunya seorang penganut Kristen yang taat, kakak dan adik-adiknya penganut Kristen. Bahkan ayah ibunya menikah secara Kristen. Di dalam Gerindra, Partai yang didirikan Prabowo ada organisasi sayap Kristen. Dalam acara deklarasi pencalonannya di depan banyak partai-partai pendukungnya termasuk PAN, PKS, dan PPP dia mengucapkan salam nasional dan salam agama-agama besar yang ada di Indonesia termasuk Shalom (salam yang biasa dipakai umat Kristen) dan Oom Suastiastu (salam Hindu Bali).

Tetapi jujur saya benar-benar tidak ingin mendasarkan pilihan saya pada warna iman seseorang. Karena label keimanan seseorang jelas tidak relevan dengan kompetensi seseorang dalam mengemban jabatan kepresidenan atau Gubernur, Bupati atau Walikota. Saya hanya ingin menilai apakah calon-calon yang maju mempunyai kapasitas dan kompetensi dalam mengemban jabatan publik yang diamanatkan kepada jabatan itu oleh konstitusi negara ini yaitu untuk: melindungi segenap warga negara dan wilayah negara Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum; yang untuk mencapai itu semua tidak ada persyaratan status perkawinan atau agama yang dianut.

By the way, meskipun saya belum pernah naik busway, saya yakin, haqul yakin malah, baik Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo Hatta Rajasa adalah putera-putera terbaik bangsa ini.

Mari menjadi pemilih Indonesia yang hebat dan cerdas.

Tanjungpinang, 22 Mei 2014

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...