Wednesday, May 28, 2014

Jokowi: Porsi Terbesar Pelajaran di SD Itu Seharusnya Budi Pekerti


JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden Joko Widodo menginginkan para siswa sekolah dasar mendapatkan porsi besar pendidikan budi pekerti, sopan santun, dan etika. Dia mengecam model pendidikan yang sekarang diterapkan.

"Pendidikan dasar harus diperbaiki," kata Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Muslimat NU dan Musyawarah Kerja Nasional Perangkat-perangkat Muslimat NU, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (27/5/2014).


Menurut dia, siswa SD sekarang terlalu banyak dijejali pengetahuan tanpa pendidikan sopan santun dan budi pekerti. "Anak sekarang kalau berangkat sekolah, tasnya besar-besar, sampai kalau jalan bungkuk-bungkuk," kecam dia.

Tujuan pendidikan budi pekerti, sebut Jokowi, adalah membangun karakter anak. Karena itu, menurut dia, porsi terbesar pendidikan di SD, kalau perlu 80 persen, seharusnya adalah soal budi pekerti ini.

Jokowi berpendapat pula, porsi pengetahuan dan budi pekerti secara bertahap mulai diberikan seimbang seharusnya baru pada tingkat SMP. "Baru setingkat SMA/SMK (proporsinya) 20:80 (dengan) 80 keterampilan. Ini kita dibalik-balik," ujar Jokowi.

1 comment:

Edy G. Sitohang said...

setuju sekali..,

karena ini salah satu basic menuju INDONESIA HEBAT

Merdeka...

:)