Tuesday, May 27, 2014

Klarifikasi Jokowi Untuk Issu Tunjangan Sertifikasi Guru di Mukernas Muslimat NU


Jakarta - Capres PDIP Jokowi diundang hadir dalam Rakernas dan Mukernas Perangkat Muslimat NU di Asrama Haji, Jl Pondok Gede, Jakarta Timur. Dalam sambutannya, Gubernur DKI ini meluruskan berita miring yang beberapa waktu ini terus dialamatkan padanya.

"Saya mau menyampaikan isu-isu dulu. Pertama isu tunjangan sertifikasi guru. Isu itu tidak betul. Kalau Jokowi jadi presiden tunjangan itu akan dihapuskan loh.. loh.. loh.. nah kalau ditambah itu benar. Karena yang namanya pendidikan itu harus dinomorsatukan," kata Jokowi di lokasi, Selasa (27/5/2014).


Menurutnya, pendidikan itu amat sangat penting. Terutama pendidikan yang berkaitan dengan budi pekerti. Namun, Jokowi menganggap kurikulum pendidikan di Indonesia masih harus diperbaiki.

"Menurut saya kurikulum di Indonesia itu mestinya dievaluasi lagi. Kalau di SD menurut saya yang benar itu 80 persen mengenai pendidikan budi pekerti, mental dan karakter. Sisanya baru pengetahuan. Bukan dibalik-balik. SMP baru 60 persen pendidikan budi pekerti dan 40 persen pengetahuan. SMA baru 80 persen pendidikan 20 persen budi pekerti," lanjutnya.

Selanjutnya isu mengenai nama depan Jokowi berupa 'H' yang kerap kali diidentikkan dengan singkatan dari 'Herbertus'.

"Isu soal H di depan nama saya. Banyak yang menyebutkan H-nya adalah Herbertus. Saya sebetulnya nggak mau riya, tapi alhamdulillah haji saya sudah 2003 atau 11 tahun yang lalu. Umrohnya sudah tidak tahu berapa kali. Ini saya hanya ingin untuk menjelaskan. Hal-hal ini perlu disampaikan," ucap Jokowi di podium.

Terakhir, Jokowi menyoroti masalah kesehatan di Jakarta yang sudah mulai membaik sejak adanya Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Sekali lagi saya ucapkan selamat datang di Jakarta, masih ada macet tetapi insyaAllah dengan ada MRT dan kereta di bawah tanah kira-kira jadinya 5 tahun lagi bisa teratasi," ucapnya di hadapan 1.000 peserta Muslimat NU dari seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Ketua PBNU Slamet Efendy Yusuf, Ketua Panitia Nurhayati Said Aqil Siraj, Mantan Menkokesra Alwi Shihab, Ketua PP NU Khofifah, politisi PKB Marwan Jafar dan Abdul Karding.

No comments: