Wednesday, July 9, 2014

Satu Suara Untuk Perubahan Indonesia

Ini adalah hari yang menentukan bagi negeri dan bangsa ini. Apakah kita akan menjadi bangsa yang hanya bisa menjadi penonton kemajuan negara-negara tetangga kita yang dulunya sama-sama kelasnya dengan kita. Padahal kita ini negeri kaya dengan sumber daya alam. Pulau-pulaunya laur biasa banyak dan indahnya. Untuk info teman-temanku yang belum pernah ke Kepri, kalau anda suatu saat bisa datang ke Kepulauan Riau jangan pernah berharap bisa menghitung sendiri berapa banyak pulau-pulau indah yang ada di provinsi Kepulauan Riau ini saja.


Saya termasuk anak bangsa ini yang beruntung pernah menjejakkan kaki di Merauke di ujung Timur Indonesia dan kota Banda Aceh di ujung barat Indonesia dan pulau-pulau besar lainnya. Dan berkesempatan menginjakkan kaki di belahan dunia lain yang peradaban dan sejarahnya sudah lebih maju dari Indonesia termasuk daratan Eropah. Meskipun perjalanan saya belum bisa dibandingkan dengan Ibnu Batuta, Marco Polo atau Cheng Ho, tapi saya bisa bercerita bahwa bangsa kita ini sesungguhnya pernah maju dan setaraf dengan bangsa-bangsa lain. Buktinya kita punya Borubudur, Prambanan, banyak aksara, bahasa dan susastera yang hebat semcam La Galigo, Gurindam Dua Belas, Hukum Adat orang Batak, sistim Subak di Bali, kemaharajaan Sriwijaya, Majapahit.

Oleh karena itu kita sesungguhnya bepeluang untuk tidak hanya menjadi "saudara tua" di Asia Tenggara atau menjadi "Macan Asia". Kita bisa menjadi pemain kelas dunia yang besanding duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa lain di dunia sebagaimana kita pernah melakukannya melalui Konferensi Asia Afrika di Bandung. Syarat utamanya adalah kita memiliki orang-orang baik dalam pemerintahan kita. Orang-orang itu telah memiliki bukti pernah menjadi orang yang baik di kotanya atau provinsinya dan tidak cukup hanya mengklaim bisa menjadi orang baik. Kita butuh orang-orang baik itu untuk memimpin pemerintahan yang bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari dalam setahaun untuk mengeloka kekayaan alama, sejarah, budaya dan ikatan sosial negara dan bangsa ini untuk mengubahnya menjadi kesejahteraan umum, kecerdasan kehidupan bangsa dan melindungi segenap warga negara dan tumpah darah bangsa ini.

Jokowi dan Jusuf Kalla sudah pernah membukan mereka berdua sebagai orang-orang baik di negeri ini, di kota mereka dibesarkan. Mereka juga dikelilingi orang-orang baik, kader-kader bangsa yang terbaik dan tidak pernah tercela seperti Jenderal Subagyo HS, Jenderal Luhut Panjaitan, Jenderal Fachrul Razi, Syafii Maarif, Anis Baswedan, Alwi Shihab, Dahlan Iskan dan masih banyak lagi. Mereka-mereka ini dalam berbagai peran dan pengabdian telah menunjukkan bukti kebaikan mereka bagi bangsa dan negara ini.

Hari ini, tanggal 9 Juli 2014 kita akan memilih pemimpin bangsa ini untuk lima tahun ke depan. Dan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla membutuhkan dukungan dan mandat kita semua untuk memimpin pemerintahan negeri ini. Dengan dukungan suara kita hari ini, dan dengan melihat rekan jejak mereka selama ini dan membandingkannya dengan rekam jejak calon yang lain, saya percaya Jokowi dan JK akan mampu membawa kita maju mengejar ketertinggalan kita dari bangsa-bangsa tetangga kita di Asia Tenggara, Asia dan bahkan dunia.

Perkenankan saya mengajak anda untuk sekali ini, pada hari ini, memberikan suara anda pada Jokowi JK calon nomor urut 2. Keputusan anda di bilik suara dan tindakan anda yang hanya kurang dari 2 detik hari ini akan menentukan nasib bangsa ini lima tahun ke depan dan tahun-tahun sesudahnya.

Kalau anda melakukannya, maka kita telah turut mengukir sejarah baru negeri ini.

Salam dua jari. Salam persahabatan sebangsa, setanah air dan sebahasa Indonesia. 


Tanjungpinang, 9 Juli 2014

Petrus Marulak Sitohang

No comments: