Tuesday, February 3, 2015

Perjalanan ke Negeri Tiongkok

Saya sangat yakin bahwa, seperti saya, kebanyakan kita orang Indonesia merasa cukup mengenal peradaban Cina atau setidaknya, tidak merasa asing dengannya. Katakanlah paling tidak sebagian besar kita orang Indonesia yang bukan keturunan Cina, pasti mengenal beberapa orang keturunan Cina di sekitar kita sejak usia dini.  Di samping itu, sebagian besar kita juga mengenal atau menyukai penganan yang terbuat dari mi atau jenis penganan lain yang terbuat atau dikombinasikan dengan mi atau bihun. Mi dan bihun jelas adalah salah satu dari produk kebudayaan Cina.

Tembok Besar "Great Wall of China"
Kita bertemu dengan orang Cina, usaha orang-orang Cina, kawasan pemukiman Cina (pecinan), masakan Cina, film atau lagu-lagu Cina setiap hari. Beberapa diantara kita juga mungkin pernah membaca mengenai sejarah, sastera maupun berita-berita terkini tentang negeri Cina. Saya rasa lebih mudah menemukan orang Cina dalam keseharian kita ketimbang sebaliknya.


Itu semua membuat kebanyakan kita menjadi terbiasa dengan hal-hal yang merupakan bagian dari kebudayaan atau masyarakat Cina. Dengan itu kita merasa orang atau kebudayaan Cina adalah hal biasa yang tidak terlalu penting.

Paling tidak itulah yang selama ini saya rasakan hingga saya melakukan perjalanan ke negeri Cina bulan November tahun 2014 yang lalu.

Namun ketika saya benar-benar tiba di negeri China tepatnya di kota Shanghai saat musim gugur di bulan November 2014 bayangan saya mengenai China yang "biasa saja" akhirnya runtuh. Pengetahuan saya Cina yang selama ini saya rasa cukup banyak ternyata tidak lebih seperti sebutir pasir di tepi laut, tidak ada apa-apa dibandingkan dengan kebesaran Cina dalam hampir semua aspek.

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...