Tuesday, November 17, 2015

Konsultasi Badan Anggaran Dengan Ditjen Perimbangan Keuangan

Sebagai juru bicara rombongan menyerahkan cindera mata kepada Muhammad Zainudin staff DJPK. Mendampingi saya saat menyerahkan cindera mata adalah rekan anggota Banggar, Muhammad Syahrial (kiri).
Dalam rangka melaksanakan fungsi penganggaran dan berkenaan dengan tugas pembahasan APBD Perubahan Kota Tanjungpinang 2015, Badan Anggaran DPRD melakukan konsultasi kepada  Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta tanggal 14 Agustus 2015.


Kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dari pejabat yang paling berwenang mengenai beberapa hal berikut:
1. Realisasi penyaluran DAU dan DBH APBD 2015;
2. Rencana penyaluran DAU dan DBH sampai akhir tahun anggaran 2015;
3. Permasalahan seputar issu adanya rencana tunda salur DBH baik dari APBN 2015 maupun APBN tahun-tahun sebelumnya;
4. Permasalah seputar anggaran Dana Alokasi Khusus untuk kota Tanjungpinang yang terhenti sejak tahun anggaran 2011 padahal sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepri, kota Tanjungpinang masih sangat kekurangan sarana dan prasarana fisik;
5. Gambaran mengenai kebijakan pemerintah mengenai Dana Alokasi Khusus untuk daerah-daerah di APBN tahun anggaran 2016.  

Kiri ke kanan: Boorman Sirait, Hasan, saya, M. Syahrial, Reni  dan Ashadi Selayar
Rombongan Badan Anggaran DPRD Kota Tanjungpinang yang turut dalam kunjungan konsultasi tersebut adalah:
  1. Petrus M. Sitohang (PDI Perjuangan)
  2. Muhammad Syahrial (PDI Perjuangan)
  3. Boorman Sirait (PDI Perjuangan)
  4. Ashadi Selayar (Golkar)
  5. Reni (Hanura)
  6. Hasan Yacob (Amanat Pembangunan)  
Dalam konsultasi tersebut Badan Anggaran Kota Tanjungpinang diterima oleh staff Ditjen Perimbangan Keuangan Muhammad Zainuddin. Zainuddin yang menjelaskan
 semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Badan Anggaran DPRD Kota Tanjungpinang dengan baik termasuk menyodorkan bukti-bukti transfer ke Kas Umum Daearah Kota Tanjungpinang sejak awal tahun anggaran 2015 hingga saat konsultasi dilakukan.

Dalam pertemuan tersebut Muhammad Zainuddin menyampaikan bahwa rencana perubahan kebijakan pemerintah mengenai anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di tahun anggaran 2016. Dia menjelaskan bahwa dengan perubahan kebijakan tersebut semua daerah termasuk kota Tanjungpinang akan mendapatkan DAK sedikitnya Rp. 100 milyar dengan ketentuan Pemda yang bersangkutan harus menyerahkan proposal kegiatan.

1 comment:

ranu asmoro said...

Salam sejahtera pak petrus..kalo issu soal dana tunda salur gemana tanggapan dan rencanya nya pak? Trima kasih kira bekenan memberi info nya pak......

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...