Wednesday, December 30, 2015

Refleksi Akhir Tahun 2015


Berpose bersama Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah saat meninjau misa malam Natal di Gereja Katolik Kristus Raja Tanjungpinang 24 Desember 2015

Tahun 2015 akan segera berakhir. Ibarat bagian dari perjalanan yang harus ditempuh, 2015 adalah perjalanan berliku dan dipenuhi dengan episode yang warna warni.

Di bidang ekonomi, seperti kebanyakan anak negeri ini mengalami tantangan yang sangat berat untuk bertahan. Bagi saya tahun 2015 secara ekonomi adalah periode bertahan. Saya bisa mengatakan cash flow hanya pas untuk bertahan. Investment dan tabungan praktis tidak ada. Saya bersukur usaha isteri saya bisa menolang saya melaksanakan tugas saya sebagai pejabat publik tingkat kota.  
Di bidang pekerjaan, tahun  2015 DPRD, lembaga di mana saya bekerja, sebagaimana institusi politik lainnya di negeri menurut saya belum bekerja optimal dan ideal sesuai harapan masyarakat. Ada beberapa faktor internal dan eksternal yang membuat kinerja DPRD sebagai mitra pemerintah daerah Kota Tanjungpinang belum seperti yang diharapkan banyak orang. 

Secara umum menurut saya ada 3 faktor utama yang mendasari kinerja DPRD; administratif, teknis dan politik.  Faktor administratif adalah semua peraturan-peraturan dan hukum positif di negara ini yang menjadi panduan sekaligus pembatas beroperasinya DPRD.

Faktor teknis adalah sumberdaya pendukung kerja DPRD termasuk staff sekretariat,  jadwal kerja dan rencana kerja tahunan yang dibuat oleh para anggota DPRD untuk dijalankan.   

Faktor politis adalah menyangkut perilaku, sikap, ekspresi dan respon anggota DPRD sebagai aktor-aktor politik dan anggota dari organisasi partai politik yang sangat dinamis dalam menghadapi tugas-tugasnya di bidang legislasi, penganggaran dan pengawasan. Ada pameo yang menjadi rahasia umum para politisi: 1+1 tidak selalu harus 2; bisa 3-1; atau 5-3 dan lain sebagainya. Mungkin itu yang menjelaskan mengapa masyarakat sering frustasi saat menyaksikan proses pengambilan keputusan di lembaga DPR atau DPRD sering tidak secepat dan sesederhana yang dipikirkan masyarakat awam.

Pengalaman menyaksikan kinerja DPRD di kota Tanjungpinang dan DPRD-DPRD lainnya di Indonesia mengantarkan saya sampai pada pertanyaan reflektif apakah sistim kenegaraan atau sistim pemerintahan daerah Indonesia memerlukan lembaga DPRD sampai tingkat Kabupaten dan Kota? Bagaimanapun juga, saya percaya bahwa keberadaan lembaga DPRD pasti ada manfaatnya, Pertanyaannya adalah apakah manfaat yang dihasilkan dari keberadaan DPRD sepadan dengan biaya yang harus ditanggung Negara ini.

Saya merasa sedikit beruntung di tingkat negara kita. Tahun 2015 kita melihat kinerja pemerintahan Jokowi yang cukup membesarkan hari, Di tengah tekanan ekonomi global, bencana kebakaran hutan yang tahun ini luar biasa, kekeringan panjang akibat El Nino pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi bisa melaluinya dengan selamat. Tahun 2015 hanya setahun setelah Presiden Jokowi dilantik, kita sudah melihat tanda-tanda “taking off” pembangunan di Indonesia menuju Negara dengan infrastruktur modern. DI Jakarta sudah dimulai proyek MRT, di Sulawesi proyek rel kereta apin trans Sulawesi sudah dimulai, di Sumatera sudah dimulai proyek jalan tol lintas Sumatera dan berbagai proyek di NTT, Pulau Jawa, Kalimantan dan Papua yang sudah dimulai pengerjaannya. Nawa cita Presiden Jokowi sudah mulai mewujud dari kebijakan-kebijakan Jokowi JK dan kabinet kerjanya di tengah-tengah persoalan yang melanda Indonesia.

Rasa sukur yang besat di tahun 2015 saya temukan dalam keluarga saya. Tahun ini saya mencapai usia emas 50 tahun.  Seringkali saya merasa heboh sendiri. Saya sering berfikir diri saya belum setua ini. Saya bersyukur dalam usia ini saya didampingi oleh isteri saya yang semakin memahami saya (mudah-mudahan itu tidak membuatnya semakin menderita).

Tahun ini seiring bertambahnya usia saya, bertambah pula usia isteri saya, usia keempat anak-anak saya dan usia pernikahan saya yang tahun ini memasuki tahun ke 17. Setiap kali kembali ke rumah dari perjalanan jauh atau bekerja, saya merasakan surga kecil bersama isteri dan anak-anak saya di rumah

Saya sering merasa, anak-anak saya Gloria (I SMU), Hilary (II SMP), Anugerah (V SD) dan Gianpaolo (IV SD) adalah “malaikat-malaikat” yang diutus Tuhan untuk menyadarkan saya bahwa Tuhan selalu hadir di samping saya setiap hari.

Terimakasih Tuhan untuk tahun 2015 yang penuh warna dan berkatMu bagi saya, keluarga saya dan bangsa Indonesia.  

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...