Saturday, February 6, 2016

Cara Jahorman Silalahi Menghadapi Dampak Kelesuan Ekonomi Nasional

Jahorman Silalahi melepaskan benih ikan ke kolam untuk pembesaran
Ketika para elit, profesional dan eksekutif bangsa ini sibuk mendiskusikan kelesuan ekonomi nasional sebagai dampak kelesuan ekonomi global, kebanyakan masyarakat kecil yang sering kita sebut "wong cilik" ternyata justru menunjukkan daya tahannya yang mengagumkan.

Para wong cilik ini tidak hirau dengan ratusan seminar maupun talk show di televisi mengenai kondisi dan daya tahan ekonomi nasional dan yang seringkali justru lebih sering menyalahkan keadaan pada pemerintah. Kebanyakan wong cilik ini bahkan tidak punya waktu untuk menonton acara-acara talk show yang faktanya tidak memberikan solusi apapun kepada masyarakat kebanyakan.



Didampingi Jahorman Silalahi (kiri) saya menebarkan pakan untuk ikan nila di kolam air tawar yang dikelolanya.  
Salah satu dari ribuan atau bahkan jutaan wong cilik itu adalah Jahorman Silalahi. Warga kota Tanjungpinang  Kepulauan Riau yang meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan di kawasan pariwisata internasional Bintan di Lagoi, sejak dua tahun terakhir ini beralih menjadi peternak budi daya ikan air tawar. Dia memanfaatkan kolam ikan tawar milik kenalannya yang sudah tidak dipakai selama beberapa tahun terakhir.

Jahorman Silalahi menerima bibit ikan air tawar.
Selain membudidayakan ikan air tawar, Jahorman yang lulusan STM di kota asalnya di Pematangsiantar Sumatera Utara, sesekali juga menerima pekerjaan pemborongan pembuatan tower telepon seluler dan pekerjaan borongan bangunan lainnya. Jahorman, ayah dua anak perempuan yang masih kecil-kecil ini dan suami dari seorang wanita yang bekerja sebagai pegawai honor di pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ini juga memiliki satu unit taksi yang dibelinya ketika masih bekerja di kawasan pariwisata Internasional Bintan. Dia mengoperasikan sendiri taksinya setelah selesai mengurusi ikan-ikannya.

Pernah mendapatkan bantuan bibit lele sekitar 5000 ekor dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, belakangan Jahorman justru berhasil membudidayakan ikan nila secara mandiri. Jahorman tidak pernah mengeluh kepada pemerintah kita. Dia memecahkan sendiri masalahnya.

Ketika krisis ekonomi global "menggoyang" bisnis besar dan perekonomian nasional Jahorman dan jutaan wong cilik negeri ini membuktikan daya tahan mereka yang sangat mengesankan. 

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...