Friday, February 26, 2016

Memasyarakatkan Gurindam 12 Sebagai Karya Sastra Adiluhung Perlu Digalakkan


KBRN, Tanjungpinang: Penyelenggaraan Festival Pulau Penyengat (FPP) yang baru saja berakhir (20-24 Februari 2016) lalu, sedikit banyak diyakini berdampak pada semakin dikenalnya pulau Penyengat ke seantero nusantara bahkan mancanegara. Karenanya, pemerintah kota Tanjungpinang diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk membenahi pulau Penyengat sebagai sebuah pulau yang menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang tinggi. Demikian dikemukakan Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang Petrus Sitohang, kepada RRI, Kamis (25/02/2016).


Menurutnya, popularitas pulau Penyengat sebagai tempat asal muasal Bahasa Indonesia yang hingga kini menjadi pemersatu bangsa terlebih pasca penyelenggaraan Festival baru-baru ini perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan yang mendukung pengembangan pulau penyengat itu sendiri. Dicontohkan salah satunya, keberadaan karya sastra Gurindam 12 perlu lebih dilembagakan. Dalam arti kata pemerintah harus lebih menggaungkan nama Gurindam kedalam berbagai aspek, seperti penamaan Gedung, penamaan taman, penamaan jalan dan lainnya. Hal ini mengingat, kebesaran Gurindam 12 sudah dikaji oleh berbagai pakar, sehingga tidak diragukan lagi sebagai sebuah karya yang adiluhung.         

“Kita akan mengusahakan supaya Gurindam 12 ini lebih melembaga dan digaungkan dari kota Tanjungpinang. Karena gini, sebenarnya kan masalahnya akan mudah kalau pemko mengusulkan ke dewan, lalu dewan paling tinggal mengaminkan saja,” ungkap Petrus.

Untuk mewujudkan itu Petrus Sitohang berharap pemko lebih proaktif mengusulkan ke DPRD terkait program pengembangan pulau penyengat. Namun demikian jika konsentrasi pemko belum mengarah ke hal tersebut, maka Petrus sendiri sebagai legislator yang duduk di Komisi yang salah satunya membidangi kebudayaan merasa berkewajiban dan berjanji akan memasukkan kedalam pokok-pokok pikiran DPRD untuk ditindaklanjuti melalui perda dan penganggaran nantinya.

“Kalau pemerintah daerah belum sampai pemikiran ke arah itu, maka kebetulan sekarangkita sedang dalam penyusunan pokok-pokok pikiran dewan, saya akan mengajak teman-teman di dewan untuk menjadikan ini sebagai pokok-pokok pikiran dewan, supaya niatan menjadikan Gurindam 12 lebih membumi dan mendunia dari kota Tanjungpinang ini,” pungkasnya.

Petrus Sitohang yang juga Sekretaris Fraksi PDIP ini menambahkan, bahwa potrnsi-potensi lain di pulau Penyengat juga perlu lebih dimunculkan. Hal senada sebelumnya pernah diutarakan budayawan Rida K. Liamsi dalam seminar kebudayaan pada Festival Pulau Penyengat, bahwa pemko Tanjungpinang perlu lebih memasyarakatkan nama Gurindam 12 kedunia luar secara luas melalui berbagai kebijakan pemda yang konkrit.(gus)

Dikutip dari http://www.rri.co.id/tanjungpinang/post/berita/251765/daerah/memasyarakatkan_gurindam_12_sebagai_karya_sastra_adiluhung_perlu_digalakkan.html

Wawancara ini disiarkan dalam Siaran Berita Daerah Pukul 06.30 RRI Tanjungpinang Jumat 26 Februari 2016.

No comments: