Monday, February 15, 2016

Presiden Jokowi Lantik Ayah Sani Jadi Gubernur Kepri Periode Kedua di Istana


Presiden Jokowi melantik Muhammad Sani dan Nurdin Basirun sebagai Ggubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau terpilih di Istana Negara, Jakarta Jumat (12/2) sore. Ini merupakan masa jabatan kedua Muhammad Sani. Pada pemilu tahun 2010, Muhammad Sani terpilih menjadi Gubernur Kepulauan Riau bersama Soerya Respationo.

Dalam kesempatan pelantikan tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut melantik  6 (tujuh) gubernur dan wakil gubernur hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang berlangsung tanggal 9 Desember 2015 yang lalu. 

Keenam pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih itu adalah sebagai berikut:
1. Sdr. H. Sahbirin Noor, S.Sos., M.H. dan Drs. H. Rudy Resnawan (Kalimantan Selatan)
2. Sdr. H. Zumi Zola Zulkilfi, S. TP., MA. dan Dr. H. Fachrori Umar, M. Hum. (Jambi)
3. Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, P.Si., M.Sc., dan Drs. H. Nasrul Abit (Sumatera Barat)
4. Sdr. Olly Dondokambey, S.E. dan Drs. Steven O.E Kandouw (Sulawesi Utara)
5. Dr. Ir. Irianto Lambrie, M.M. dan Sdr. H. Udin Hianggio (Kalimantan Utara)
6. Dr. H. Ridwan Mukti, M.H. dan Dr. H. Rohidin Mersyah, M.M. ( Bengkulu)

Prosesi acara pelantikan dimulai dari Istana Merdeka saat masing-masing pasangan gubernur dan wakil gubernur memasuki ruang tunggu dengan diiringi marching band pasukan pengamanan presiden (paspampres).

Setelah tiba di Istana Merdeka, pasangan gubernur dan wakil gubernur menuju ke ruang credential, Istana Merdeka yang kemudian menerima petikan Keputusan Presiden Nomor 13P Tahun 2016 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Masa Jabatan 2016-2021.

Usai menerima salinan Keppres, pasangan gubernur dan wakil gubernur menuju ke Istana Merdeka, Jakarta untuk mengikuti prosesi pelantikan selanjutnya yakni pengucapan sumpah jabatan.
Setelah ikuti pengucapan sumpah jabatan, para gubernur dan wakil gubernur menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Presiden Jokowi.

Prosesi pelantikan selanjutnya yakni arahan dari Presiden Jokowi kepada para gubernur dan wakil gubernur. Mengawali arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat kepada para gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam pilkada yang demokratis pada tahun lalu.

“Atas keberhasilan itu saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada KPU di pusat sampai di daerah, Bawaslu dan jajarannya di daerah, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, aparat keamanan, dan seluruh pihak yg telah memastikan pilkada serentak berlangsung aman, damai, dan demokratis,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan kepada para gubernur dan wakil gubernur bahwa sekarang adalah saatnya untuk melangkah bersama. “Kini saatnya kita melangkah bersama untuk ujian sejarah yang maha berat, memenuhi janji-janji Saudara di daerah. Saudara-saudara harus janji kerja siang dan malam untuk pastikan semua masyarakat bisa merasakan kebijakan pemerintah,” tegas Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyampaikan kepada gubernur dan wakil gubernur untuk bekerja turun ke lapangan. “Jangan bekerja di belakang meja, turun langsung ke lapangan untuk mengurai masalah, untuk menyelesaikan masalah,” tambah Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Jokowi meminta kepada para Gubernur dan wakil gubernur untuk memastikan kebutuhan rakyat seperti air. Kemudian, Presiden juga menyampaikan bahwa gubernur dan wakil gubernur harus dekat dengan rakyat. “Mereka pasti gembira menyambut kehadiran Saudara-saudara sebagai pemimpin baru dengan mandat baru dengan semangat kepemimpinan yang baru pula,” tutur Presiden.

Mengakhiri pidatonya, Presiden Jokowi  menyampaikan kepada gubernur dan wakil gubernur harus bisa jadi dwitunggal dengan saling memperkuat dan melengkapi. “Bekerjalah dengan baik, penuh amanah, dekatlah selalu dengan rakyat, sehingga Saudara-saudara tetap menjadi pemimpin yang terpercaya,” pungkas Presiden Jokowi.

Dalam acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur tersebut, turut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Mendagri Tjahyo Kumolo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, serta para tamu undangan lainnya. 

Muhammad Sani mengawali karirnya PNS rendahan di Kabupaten Kepulauan Riau, saat itu merupakan bagian dari Provinsi Riau. Karirnya kemudian meningkat hingga posisi tertinggi sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ismet Abdullah yang terpilih dalam pemilu tahun 2005. Sebagai tokoh birokrat yang kemudian terjun di dunia politik, Muhammad Sani dikenal cukup piawai memimpin masyarakat Kepri dan dekat dengan semua kalangan, serta perduli dengan kesusahan yang dialami masyarakatnya kecil.

Akhir-akhir ini Muhammad Sani mulai akrab dipanggil oleh masyarakat Kepri dengan sebutan 'Ayah Sani'. Panggilan Ayah Sani ini timbul begitu saja, sebagai bentuk penghormatan masyarakat Kepulauan Riau terhadap pemimpin yang selalu luwes dalam menjaga hubungan dengan masyarakat serta mengayominya.

Selamat bekerja ayah Sani dan bang Nurdin.

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...