Tuesday, March 14, 2017

Komisi II DPRD Minta Dukungan BEKRAF Untuk Pelaku Ekonomi Kreatif di Tanjungpinang

Sekretaris Utama Bekraf Mesdin Simarmata (kiri) dan Petrus M. Sitohang memimpin dialog Bekraf dan DPRD Kota Tanjungpinang di Jakarta Jumat 10 Maret 2017.
Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang meminta dukungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bagi pelaku ekonomi kreatif di kota Tanjungpinang agar dapat tumbuh dan berkembang. Hal ini disampaikan saat mengadakan kunjungan kerja ke lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif dengan enam belas subsektor itu, pada tanggal 10 Maret 2017 di Jakarta.


Rombongan Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang saat itu diterima oleh Sekretaris Utama (setingkat Sekjen di kementerian) Bekraf Dr. Ir. Mesdin Kornelius Simarmata, M.Sc. didampingin oleh Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mariaman Purba dan beberapa staff Bekraf lainnya.

Rombongan Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang yang membidangi Ekonomi dan Anggaran itu terdiri dari:
1. Hasan (Wakil Ketua Komisi)
2. Muhammad Arief (Sekretaris Komisi)
3. Petrus M. Sitohang (Anggota, bertindak sebagai juru bicara rombongan dalam kunjungan kali ini), dan
4. M. Syahrial (Anggota)

Juga turut dalam kunjungan ini seorang anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang yakni Fengky Fesinto.

Kiri ke kanan: Fengky Fesinto, M. Arief, Hasan dan M. Syahrial.

Dalam kesempatan itu, Petrus M. Sitohang menanyakan apa misi dan strategi dilakukan Bekraf dalam pengembangan industri ekonomi kreatif secara nasional dan apa yang bisa dilakukan Bekraf untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif di daerah-daerah khususnya di Kota Tanjungpinang. Dalam kesempatan itu pula Petrus M. Sitohang dan rekan-rekannya menjelaskan kepada pimpinan Bekraf bahwa kota Tanjungpinang memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat diandalkan terutama di bidang kuliner seperti makanan gonggong, sop ikan, aneka seafood seperti asam pedas, ikan bakar dan lain-lain; seni pertunjukan, perfiliman dan fotografi. Sitohang lebih lanjut menjelaskan bahkan komunitas para pegiat fotografi di Tanjungpinang saat ini sudah mampu menembus pasar dunia. Informasi ini membuat Sekretaris Utama Bekraf kagum seolah tidak percaya. Selain itu Sitohang juga menjelaskan bahwa di kota Tanjungpinang ada seorang programmer aplikasi game bernama Matshuhita (Ito) yang sudah sering diundang ke luar negeri dan mendapatkan penghargaan antara lain dari Jepang.

Dalam kesempatan itu M. Syahrial juga menyampaikan bahwa di Tanjungpinang saat ini sudah ada komunitas perfiliman yang cukup giat dan produktif menghasilkan film-film pendek yang cukup bermutu.

Menanggapi pertanyaan yang disampaikan para anggota DPRD Kota Tanjungpinang itu, Sekretaris Utama Bekraf Mesdin Simarmata menjelaskan bahwa pembentukan Bekraf didasari pada visi Presiden Jokowi yang melihat besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki bangsa Indonesia dan bisa bersaing di tingkat dunia. Dia mencontohkan bagaimana produk-produk ukir-ukiran dari Indonesia menjadi produk bernilai tinggi saat dipakai oleh merek dunia ternama IKEA sebagai bahan utama produk-produknya. Ketika barang hasil pengrajin Indonesia itu dipakai oleh merek luar negeri dan kembali ke Indonesia barang tersebut menjadi sangat mahal. Selain itu dia juga mencontohkan produk fesyen kita yakni Batik yang sudah dikenal dunia maupun anek produk kuliner kita seperti soto dan rendang yang juga sudah dikenal luas.

Menurut Simarmata, Bekraf saat ini giat mendorong industri kreatif di seluruh tanah air untuk tumbuh dan berkembang dengan memberikan fasilitasi baik di bidang penelitian dan pengembangan, pemasaran, akses pemodalan, pengembangan kompetensi dan pengurusan hak cipta. Bekraf mendorong pelaku industri kreatif Indonesia untuk mengurus hak atas kekayaan intelektual (hak cipta) bagi karya-karyanya agar kelas nilai ekonomisnya tidak jatuh ke tangan orang atau bangsa lain.

Untuk itu Bekraf tahun 2017 ini merencanakan akan menfasilitasi pengurusan tidak kurang 1.500 hak cipta industri kreatif di 16 sektor yang memenuhi syarat. Dia meminta kepada anggota DPRD Kota Tanjungpinang untuk meneruskan informasi ini kepada para pelaku ekonomi kreatif yang ada di kota Tanjungpinang untuk dimanfaatkan.

Dalam kesempatan itu juga Fengky Fesinto meminta penjelasan bagaimana ketentuan untuk memperoleh bantuan pengurusan hak cipta para pelaku ekonomi kreatif yang dijawab Simarmata agar pelaku ekonomi kreatif di Tanjungpinang membentuk komunitas dan mengurus status badan hukum komunitasnya.



No comments: