Monday, September 4, 2017

Doa dan Harapan Kami Untuk Gloria Sitohang di Usianya Yang ke17

Setiap tanggal 17 Agustus adalah hari besar ganda bagi keluarga kecilku. Selain sibuk merayakan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan RI, kami sekeluarga juga merayakan dengan cara kami, hari ulang tahun puteri sulung kami Gloria Marisa Tiurmaida Sitohang.


Tahun ini Gloria menginjak usia ke 17. Sebagai anak pertama dari keempat anak kami, dalam bahasa Batak dia menyandang status "boru panggoaran" saya dan isteri saya. Disebut boru panggoaran karena setelah kehadirannya panggilan saya bertambah, selain nama saya, dengan panggilan baru yaitu Amani Gloria (ayahnya Gloria). Selain itu dia juga menyandang status "pahompu panggoaran" atau cucu tertua dari anak tertua bagi kedua orang tua saya. Dengan kehadirannya, maka panggilan kedua orang tua juga menjadi Ompu Gloria atau Kakek/Neneknya Gloria.

Di saat persalinan isteri saya di RS Angkatan Laut dr. Midiyato S. Tanjungpinang, saya menunggui momen kelahirannya dengan perasaan harap-harap cemas. Meskipun saya berusaha menenangkan perasaan saya dengan berdoa, saya baru merasa lega saat bayi perempuan  kecil saya dibawa ke hadapan saya.  Saya ingat betul, ketika dia dibawa kehadapan saya, hal pertama yang saya lakukan, entah kenapa, adalah menghitung jari-jari mungilnya. Saya merasakan sukacita yang luar biasa saat menemukan bahwa bayi perempuan saya lahir ke dunia ini dengan tubuh yang 100% sehat dan normal. Saat itu saya diliputi perasaan bahwa Tuhan dekat dengan kehidupan saya dan mendengar doa-doa saya selama ini.

Kelahirannya yang membuat saya merasakan kebesaran Tuhan yang dekat dan hangat itulah  yang menginspirasi saya memberinya nama Gloria. Nama Tiurmaida yang saya tambahkan adalah doa agar dia kelak melihat dan mendapatkan kehidupan yang "tiur" (cerah). Kemudian ibu saya menambahkan nama Marisa, sehingga jadilah nama lengkapnya Gloria Marisa Tiurmaida Sitohang.  

Selanjutnya bayi kecil kami tumbuh menjadi gadis kecil yang ceria, suka belajar, mandiri dan senang melakukan banyak aktifitas bersama teman-temannya. Sejauh ini, dia tidak mengalami kesulitan belajar di sekolah dan di rumah dia bisa belajar dengan mandiri. Hasil pelajaran sekolahnya tidak mengecewakan dan sering mendapat peringkat yang baik dalam pelajarannya.

Yang menambah keyakinan saya bahwa dia kelak akan menjadi manusia yang mandiri adalah tahun lalu dia dipilih kawan-kawannya menjadi Ketua OSIS SMA Katolik St Maria Tanjungpinang.
 
Kami sekeluarga mendoakannya semoga Tuhan memberinya umur yang panjang, sehat-sehat dan menjadi manusia yang bahagia.

No comments: