Monday, January 22, 2018

Mantan Walikota Tanjungpinang Mangulosi Dalam Pesta Pernikahan Adat Batak


Mantan Walikota Tanjungpinang yang baru menyelesaikan jabatannya H. Lis Darmansyah sebelum ini sudah biasa hadir dalam acara-acara adat dan budaya berbagai etnis yang ada di Tanjungpinang tidak terkecuali di tengah-tengah komunitas Batak. Tapi ada pemandangan yang tidak biasa dalam acara pernikahan Nickson Kennedi Gultom dan Melati br Purba di Gedung Serba Guna HKBP Nommensen Tanjungpinang, pada hari Sabtu 20 Januari 2018.  Dalam acara pernikahan adat Batak Toba itu, setelah memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai dan orang tua pengantin H. Lis Darmansyah memberi ulos kepada pasangan pengantin yang berbahagia tersebut. Ulos yang diserahkan Lis Darmansyah adalah jenis ulos ragi hotang toba yang indah dan berukuran cukup besar.

Selama ini masyarakat Batak yang ada di kota Tanjungpinang memang sudah sangat familiar dengan Walikotanya ini. Dia hadir dalam berbagai acara baik suka maupun duka termasuk acara perayaan hari-hari besar agama di kalangan orang Batak dan juga acara rutin masayarakat Batak yaitu bona taon. H. Lis Darmansyah memang menyadari betul jabatannya memang mengharuskan dia berdiri di antara semua golongan.  

 
Sikapnya yang sangat menghargai keragaman ini tidak terlepas dari pandangan kebangsaan yang dianut partai yang telah membesarkan H. Lis Darmansyah yakni PDI Perjuangan. Saat ini H. Lis Darmansyah adalah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Riau untuk periode yang kedua. 

Dalam tradisi batak toba, ulos yang merupakan kain tenun tradisinal bermotif khas, diberikan oleh pihak yang dituakan dalam adat. Mereka yang berhak memberi ulos adalah:
  • orang tua kepada anak;
  • hula-hula kepada boru;
  • kakak kepada adik; atau
  • pemimpin (raja huta, raja bius) kepada warga yang dipimpinnya, 
Secara simbolik, pemberian ulos adalah lambang doa dan harapan orang yang memberikan agar orang yang diulosi (yang merima ulos) mendapatkan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa. Ulos hanya  diberikan kepada pasangan pengantin jika pernikahan tersebut memenuhi syarat-syarat adat, seperti antara lain adanya penyerahan sinamot atau mahar dari keluarga pengantin lelaki kepada keluarga perempuan. Selain itu pernikahan tersebut juga direstui dan dihadiri oleh orang tua dan kerabat kedua mempelai dan keluarga besar marga dari kedua mempelai. Ulos seperti ini biasanya diberi nama "ulos na ganjang, ulos sitorop rambu". Ini mengandung makna doa agar kedua mempelai kelak diberikati Tuhan dengan umur yang panjang, memperoleh keturunan yang banyak dan tentu saja hidup bahagia. 

No comments: