Saturday, January 27, 2018

Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Tanjungpinang Buka Kembali

Dari kiri ke kanan: Muhammad Arief (Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang), Petrus M. Sitohang (anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang), Reny Yusnelly (Kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Meitya Yulianty (Kepala Bidang Cagar Budaya dan Museum Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang) dan M. Syahrial (Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang)


Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah milik Pemerintah Kota Tanjungpinang yang selama beberapa tahun ditutup untuk renovasi telah dibuka kembali di awal tahun 2018 ini. Museum ini menempati gedung bekas sekolah peninggalan kolonial Belanda di Jalan Ketapang No. 2 Tanjungpinang.

Rombongan Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang yang terdiri dari Muhammad Arief‎ (Sekretaris), Petrus M. Sitohang dan M. Syahrial (anggota) meninjau museum tersebut pada hari Selasa, 22 Januari 2018. Mereka diterima Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang Reny Yusnelly didampingi oleh beberapa staffnya termasuk Meitya Yulianty Kepala Bidang Cagar Buda dan Museum.


Dalam kesempatan tersebut Reny Yusnelly menjelaskan mengenai rencana-rencana yang sudah disusun untuk meningkatkan pelayanan museum tersebut serta kendala-kendala yang dihadapi dari segi kelembagan dan anggaran. Saat ini museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah sudah dikelola sebagai Unit Pelaksana Teknis Museum oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang. Namun kendala anggaran membatasi rencana-rencana perbaikan gedung kantor dan penambahan ruang untuk galeri dan koleksi museum.
Selain mendengarkan penjelasan dari Reny Yusnelly‎ juga mengajak rombongan Komisi II untuk meninjau ruang galeri dan koleksi yang dipamerkan di museum tersebut. Reny juga menunjukkan bangunan kantor yang saat ini kondisinya sudah sangat rapuh dan membutuhkan renovasi total agar layak dan aman untuk dipakai sebagai tempat kerja.

Dalam kesempatan tersebut Petrus Sitohang menyarankan kepada Reny Yusnelly untuk aktif mengajukan permohonan dana untuk proyek renovasi ke pemerintah pusat. Dia berjanji akan mendukung usaha-usaya yang akan dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang‎ untuk meningkatkan keberadaan museum ini. Karena menurutnya museum adalah sarana yang penting untuk mewariskan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal yang lahir di daerah ini. Museum juga adalah tempat untuk memajang (showcase)  sejarah perjuangan bangsa di daerah ini dan tokoh-tokoh daerah yang beberapa diantaranya sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional seperti Raja Haji Fisabililah, sasterawan Melayu termashyur Raja Ali Haji, Sultan Mahmud Riaya Syah dan lain-lain.

Foto kenangan ketika Petrus M. Sitohang (nomor 3 dari kiri) memjadi tour guide sedang membawa wisatawan asing berkunjung ke museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Tanjungpinang di sekitar tahun 2010.  
Selain sebagai sarana untuk pelestarian nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal kepada generasi muda, menurut Petrus Sitohang museum juga adalah salah satu obyek wisata sebuah kota yang penting. Dia menceritakan bagaimana sewaktu belum menjadi anggota dewan dulu sering melakukan pekerjaan sampingan sebagai tour guide wisatawan asing yang datang ke Tanjungpinang. Pentrus Sitohang menjelaskan bahwa semua paket tour di Tanjungpinang dan Bintan yang dibuatnya selalu mencantumkaan kunjungan ke museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dalam tour itinerary.

Sementara itu bagi M. Syahrial kunjungan ke museum itu adalah nostalgia masa kecil karena dia dulu bersekolah di gedung yang sekarang menjadi museum tersebut. Oleh karena itu dia berjanji akan membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang memperjuangkan pendanaan proyek renovasi museum tersebut ke pemerintah pusat dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang.

Di sela-sela kunjungan tersebut‎ rombongan Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang menyaksikan kunjungan rombongan anak-anak dari beberapa Taman Kanak-kanak dan Play Group (PAUD) yang ada di kota Tanjungpinang dan Bintan. Anak-anak tersebut dibawa oleh guru-guru pendidiknya serta didampingi oleh orangtua dan walinya. Mereka kelihatan sangat menikmati acara kunjungan ke museum.

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...