Friday, February 2, 2018

Bagaimana H. Lis Darmansyah Merawat Kebinnekaan Indonesia di Tanjungpinang

H. Lis Darmansyah (nomor 9 dari kiri) dan Petrus M. Sitohang, anggota DPRD Kota Tanjungpinang (nomor 7 dari kiri) berpose bersama pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanjungpinang yang dipimpin oleh Ustad Zubaid (nomor 5 dari kiri) dan Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Tanjungpinang yang dipimpin oleh Pdt. Johnson Saubaki (no 10 dari kiri) dan para pejabat di lingkungan Pemko Tanjungpinang serta Camat Tanjungpinang Timur seuasi mengadakan dialog membahas permasalahan yang ditemui oleh jemaat Gereja Metodis Tanjungpinang. 
H. Lis Darmansyah baru saja mengakhiri periode pertamanya sebagai Walikota Tanjungpinang  periode 2013-2018. Dia menggantikan Walikota sebelumnya yakni Hj. Suryatati A Manan. Dengan mandat dari partai yang membesarkannya PDI Perjuangan, dia sekarang sedang mengikuti pemilihan Walikota Tanjungpinang periode 2018-2023 berpasangan dengan dr. Maya Suryanti. Pasangan ini didukung oleh koalisi PDI Perjuangan, Partai HANURA, Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKPI.


Kota Tanjungpinang yang merupakan ibu kota provinsi Kepulauan Riau ini didiami oleh berbagai suku-suku yang ada di Indonesia sehingga merupakan miniatur Indonesia. Suku Melayu yang merupakan suku terbesar dan merupakan tuan rumah kota ini. Di kota ini suku Melayu dan suku-suku bangsa Indonesia lainnya hidup harmonis sejak dulu. Di kota ini hampir tidak pernah terdengar konflik antar etnis sebagaimana terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia. 

Kerukunan antar suku dan golongan di kota ini tentu saja tidak terlepas dari corak kepemimpinan yang dijalankan walikota-walikota yang selama ini memimpin pemerintahan di kota ini. Saya telah memperhatikan secara dekat kepemimpinan Walikota Hj. Suryatati A. Manan dan Walikota H. Lis Darmansya. Keduanya mempunyai benang merah yakni menempatkan kebudayaan Melayu sebagai tuan rumah di kota Tanjungpinang dan pada saat yang sama menghargai dan mendukung kehadiran kebudayaan suku-suku lainnya.
Khusus untuk Walikota H. Lis Darmansyah saya memperhatikan dari dekat dalam berbagai kesempatan  bagaimana dia menujukkan perhatian dan penghargaannya kepada suku-suku lain yang ada di Tanjungpinang ini.

Hal ini antara lain tampak saat menghadiri perayaan atau acara kebudayaan suku-suku lainnya dia akan berusaha mengucapkan beberapa kata dan salam dalam bahasa daerah suku tersebut. 


Menurutnya hal ini dilakukan karena dirinya sadar betul bahwa dia adalah pemimpin pemerintahan yang sesuai dengan dasar negara dan UUD 1945 harus berdiri di atas semua golongan yang ada. Dia mengatakan bahwa dia dipilih masyarakat dan dilanting menjadi walikota untuk melayani semua masyarakat dan golongan bukan hanya walikota bagi segolongan tertentu.
Oleh karena itulah dalam berbagai kesempatan dan interaksi bersama warga kota Tanjungpinang Lis Darmansyah selalu disambut dengan akrab dan dia akan menyempatkan diri untuk menyapa warga yang hadir tanpa membedabedakan. Lis tidak hanya hadir saat perayaan kegembiraan warga melainkan juga saat warganya sedang ditimpa kemalangan. (Petrus M. Sitohang)
Tampak H. Lis Darmansyah memberi hadiah ulos kepada sepasang pengantin dalam sebuah acara pernikahan secara adat Batak Toba di Tanjungpinang baru-baru ini.


No comments: