Friday, February 9, 2018

Di Mana Bumi di Pijak Di Situ Langit Dijunjung


Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Petrus M. Sitohang (kiri) bersama rekannya Boorman Sirait (kanan) melakukan salam komando bertiga dengan perwira tinggi Polri asal Tanjungpinang Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah (tengah) di Pulau Penyengat Tanjungpinang.
Sejak pertama kali datang merantau ke Pulau Bintan ini tahun 1995 Petrus M. Sitohang memegang teguh nasihat orang tuanya yaitu untuk senantiasa menghargai adat istiadat di manapun berada. Meskipun penduduk Pulau Bintan masyarakat heterogen dan merupakan miniatur Indonesia karena hampir semua suku Indonesia ada di sini, Melayu merupakan suku asli dan terbesar.

Masyarakat Melayu Kepulauan Riau meskipun merupakan masyarakat yang sangat kuat menjaga tradisi yang berakar pada agama Islam namun sangat terbuka kepada pendatang. Hal ini nampak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tanjungpinang maupun saat hari-hari raya. Pada saat hari Raya Idul Fitri seluruh masyarakat dari berbagai suku dan agama biasanya ikut meramaikan paling tidak dengan mengunjungi kenalan atau sahabat yang merayakan. Begitu juga sebaliknya. Begitu juga dengan Petrus Sitohang setiap hari raya idul fitri senantiasa melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat Melayu dan sahabat-sahabat dekatnya yang suku Melayu dan lainnya yang merayakan hari raya idul Fitri.

Tidak hanya idul fitri, Sitohang juga melakukan silaturahmi dengan suku-suku lainnya di saat hari-hari besar masyarakat lainnya seperti dengan masyarakat Tionghoa saat imlek.

Sejak terpilih menjadi aggota DPRD Kota Tanjungpinang dalam Pemilu tahun 2014 Petrus Sitohang dalam berbagai kesempatan juga mengenakan pakaian asli Melayu yaitu baju kurung. Hal ini dilakukan dengan kesadaran penuh sesuai nasihat orang tuanya bahwa "Di mana bumi dipijak di situ langit harus dijunjung". 


Petrus M. Sitohang salam komando dengan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah saat peringatan HUT Kota Otonom Tanjungpinang yang ke 14 tahun 2015.

Petrus M. Sitohang bersama isteri tercinta Lenni Purba mengenakan busana Melayu saat menghadiri sebuah acara perhelatan budaya Melayu di Tanjungpinang.

Petrus M. Sitohang bersama salah seorang keturunan zuriat raja-raja Melayu Penyengat Raja Mansyur Razak di Gedung DPRD Kota Tanjungpinang 

Petrus M. Sitohang tampak mengenakan penutup kepala tradisional Melayu yaitu tanjak saat memberikan presentasi kepada para pelaku usaha pariwisata Eropa dalam event pameran IMEX di Frankfurt Jerman bulan Mei 2017.

No comments: