Tuesday, March 6, 2018

Masyarakat Tanjungpinang Keluhkan Ketersediaan Air Bersih, Petrus Sitohang Tinjau Tempat Sumber Air



KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG – Efek dari fenomena perubahan iklim global (global climate Change) dewasa ini diyakini berdampak pada minimnya ketersediaan air bersih yang layak konsumsi di seluruh penjuru belahan dunia. 
Persoalan yang sama juga dialami oleh masyarakat yang ada di Tanjungpinang. Keluhan masyarakat terkait ketersediaan air yang belum terjamin dengan baik mendapat respon serius dari legislator Kota Tanjungpinang Fraksi PDI Perjuangan, Petrus Sitohang.

“Respon kita terhadap kurangnya ketersediaan air akibat global climate change ini harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Hal kecil yang paling gampang kita lakukan adalah tindakan menanam pohon di lingkungan kita.

Selain dapat menambah kualitas kebersihan udara dan penghijauan, tindakan ini dapat menambah kualitas daerah resapan air kita,” katanya kepada keprionline.co.id di sela-sela kunjungannya ke salah satu sumber air bersih di kawasan Kijang Lama Batu 6, Tanjungpinang. Dirinya ingin mengetahui titik-titik daerah yang potensial dengan ketersediaan air bersih,  Selasa, (06/03/2018).

Petrus Sitohang berharap agar ke depan pemimpin Tanjungpinang adalah pemimpin yang dapat consern dan peduli pada lingkungan dan menjamin ketersediaan air yang baik bagi warga Tanjungpinang.

“Kita berharap agar pemimpin Tanjungpinang ke depannya dapat menjamin ketersediaan air bagi warga Tanjungpinang. Semoga Pemko nantinya dapat menambah pembangunan waduk karena waduk yang ada sekarang ini berada di luar Tanjungpinang. Kita tidak bisa terus-terusan hanya mengandalkan itu.

Ini obsesi kita. Saya akan berjuang dengan teman-teman di legislatif untuk itu karena waduk dapat membantu kita dalam hal ketersediaan air. Kita berharap pemimpin Tanjungpinang adalah seorang pemimpin yang peduli pada lingkungan,” tambahnya.

Berbekal semangat moment Hari Air Sedunia yang jatuh di setiap tanggal 22 Maret sesudah ditetapkan dalam Sidang Umum PBB ke-47 di Rio De Jeneiro, Brazil 22 Desember 1992 yang silam, Petrus Sitohang berharap agar tidak ada lagi warga Tanjungpinang yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Air adalah komponen utama adanya kehidupan di muka bumi ini. Mari kita tingkatkan penghargaan terhadap air dengan cara memanfaatkan air dengan bijak. Kita berharap ke depannya tidak ada lagi warga Tanjungpinang yang sulit mendapatkan air bersih.

Air dan pembangunan berkelanjutan (water and sustainable development) itu adalah satu paket,” pungkasnya. ( KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/MANURUNG ).

No comments: