Sunday, March 11, 2018

Milihat Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kota Banjarmasin























Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan kegiatan peningkatan Wawasan Nusantara bagi aparatur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat dan para pegiat lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan Kota Tanjungpinang ke kota Banjarmasin Kalimantan Selatan selama 3 hari tanggal 7-9 Maret 2018. Kegiatan ini diikuti peserta berjumlah 27 orang.


Kegiatan ini dipimpin oleh staff Ahli Pemerintahan dan Hukum Pemerintah Kgpinang Drs. Ahadi. Turut dalam rombongan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang Dr Ahmad Yani, Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Petrus Marulak Sitohang dan pengurus serta anggota LSM Prakarsa Perempuan Kota Tanjungpinang yang dipimpin Lenni Purba.  

Kedatangan rombongan dari Tanjungpinang ini diterima langsung oleh staff ahli Hukum dan Pemerintahan Kota Banjarmasing HM Muhyar di kantor Walikota Banjarmasin pada hari Jumat 8 Maret 2018.

Kegiatan diawali dengan dialog rombongan dari Kota Tanjungpinang dengan pejabat dari pemerintah kota Banjarmasin mengenai pertukaran informasi mengenai kedua kota. Kota Banjarmasin yang dikenal dengan sebutan kota seribu sungai memiliki luas sekitar 98,46 km2 dengan penduduk sekitar 675.000 jiwa. Kota Banjarmasin mempunyai semboyan Kayuh Baimbai yang artinya mendayung bersama-sama. Setelah tukar informasi mengenai kedua kota, acara dialog dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dari Tanjungpinang dengan pejabat kota Banjarmasin mengenai program Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) dan Ruang Bermain Anak yang ada di kota Banjarmasin. 

Setelah dialog, kegiatan dilanjutkan dengan peninjaun lapangan yakni ke lokasi Puspaga dan Ruang Bermain Anak yang ada di kota Banjarmasin. Puspaga yang saat ini dimiliki kota Banjarmasin mulai beroperasi tahun 2017 yang lalu. Puspaga ini dijalankan oleh 3 orang personil yakni 1 orang tenaga Administrasi dan 2 orang konselor. Untuk 6 bulan pertama anggaran untuk personil Puspaga didanai dari APBN pos Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai insentif. Selain itu pengadaan peralatan Puspaga untuk pertama kalinya juga disediakan oleh Kementerian PPPA RI. Setelah enam bulan seluruh biaya pengoperasian Puspaga akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Banjarmasin.










No comments: