Thursday, March 15, 2018

Press Release Muskomda Pemuda Katolik Kepri 2018

Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda)
PEMUDA KATOLIK 
PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Hotel Comfort Tanjungpinang, 17-18 Maret 2018

Tema: "Memperkuat Pancasila dan NKRI dari Desa dan Pulau"

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini telah membawa dampak perubahan yang luar biasa di hampir segala bidang kehidupan. Perubahan besar terjadi di aspek individu maupun relasi antar individu dan antar kelompok masyarakat, aspek ekonomi, hukum, pemerintahan dan politik. Perubahan sesungguhnya adalah sesuatu yang niscaya dalam kehidupan manusia. Ada adagium yang berbunyi "Di dunia ini tidak ada yang tetap kecuali perubahan".
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang terjadi saat ini, seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya, membawa peluang sekaligus tantangan bahkan ancaman. Dengan teknologi internet misalnya kita dapat mengakses informasi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kita sekarang dapat mengetahui kejadian di berbagai belahan dunia secara real time (on line). Sebaiknya, apa yang terjadi di tempat kita juga dapat segera diketahui jutaan orang di belahan bumi lain yang jauh dari tempat kita. Dengan memegang gadget smartphone kita dapat mengetahui apa yang terjadi di seluruh belahan dunia bahkan di saat kejadian tersebut berlangsung (live). Dengan gadget, dunia menjadi seperti dalam genggaman kita.

Ini membawa dampak ikutan dalam cara individu berinteraksi. Orang dari suatu negara menjadi lebih mudah berinteraksi dengan orang dari berbagai negara lain dan saling pengaruh memengaruhi satu sama lain. Pelajaran yang dapat ditarik dari berbagai kasus serangan terorisme lintas negara seperti gerakan ISIS yang terjadi dalam dekade terakhir ini, banyak generasi muda kita yang mudah mengasosiasikan dirinya dengan kelompok di luar negerinya sendiri dan bahkan menjadi anggota kelompok internasional yang pandangan hidup dan ideologinya berbeda dengan falsafah dan Ideologi bangsa Indonesia Pancasila. Orang-orang seperti ini dengan cepat merubah cara pandang dan interaksinya dengan masyarakat di sekelilingnya dan cenderung menjadi kelompok ekslusif dan ekstrim.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi membawa perubahan dalam cara lembaga-lembaga publik beroperasi. Lembaga-lembaga pemerintah sudah ada yang mengunakan teknologi informasi berbasis internet dalam menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat. Beberapa pemerintah daerah saat ini sudah mulai merencanakan penerapan ePlanning, eBudgeting dan eProcurement yang tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, transparansi proses dan anggaran. Penggunaan teknologi Internet dalam fungsi-fungsi pemerintahan yang didukung dengan SDM dan perangkat lunak dan keras yang baik jelas akan meningkatkan cakupan layanan, mutu dan kecepatan proses pelayanan.

Di sektor usaha, banyak perusahaan saat ini telah merubah model bisnisnya dengan mengandalkan teknologi internet menggantikan model tradisional berbasis interaksi tatap muka antara pegawai perusahaan dan pelanggan. Kemajuan teknologi internet telah mendorong lahirnya banyak business start up seperti toko-toko online (tokopedia, bukalapak dan lain-lain) yang telah mengancam departemen-departemen store beasar lama seperti Matahari, Ramayana dan lain-lain, maupun aplikasi jasa pemesanan transportasi (gojek, grab) yang telah mengancam perusahaan penyedia transportasi yang lama seperti taksi blue bird dan lain-lain, serta jasa pemesanan akomodasi dan perjalanan (booking.com, traveloka dan lain-lain). 

Jika dulu untuk memulai usaha kita harus menginvestasikan modal yang besar untuk memiliki tempat usaha tempat bertemu penjual dan konsumennya secara tatap muka, sekarang penjual dan pembeli cukup bertemu secara virtual lewat situs dagang online di internet. Jika dulu untuk mengawali usaha, pengusaha harus menginvestasikan modal yang besar membeli persediaan barang dagangan, sekarang hal-hal itu tidak lagi menjadi keharusan. Semua ini merupakan perubahan yang akan terus berlangsung dan belum sampai pada tahap final.

Beberapa contoh di atas adalah tanda-tanda zaman yang telah berubah secara drastis dan harus dihadapi dengan bijak dan cerdas. Pemuda Katolik, organisasi yang didirikan generasi muda bangsa Indonesia beriman Katolik sejak awal berdirinya Republik Indonesia harus dapat membaca tanda-tanda zaman ini dengan kacamata terang iman dan dalam pandangan hidup bangsa Indonesia Pancasila.

Pemuda Katolik  yang sudah mengibarkan panji-panji organisasinya di Kepulauan Riau di tahun 2001 bahkan sebelum Provinsi Kepulauan Riau resmi berdiri merupakan bagian integral dari masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Pemuda Katolik akan senantiasa bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat Provinsi Kepulauan Riau baik yang ada di desa-desa maupun kota-kota yang tersebar di gugusan pulau-pulau di Kepulauan Riau ini dalam mengawal perubahan-perubahan yang terjadi agar tidak menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa tetapi justru harus memperkuat falsafah dan pandangan hidup bangsa Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemuda Katolik diharapkan mampu menggunakan kemajuan teknologi informasi yang sekarang tersedia untuk kebaikan negara dan bangsanya.

Di tengah-tengah suasana perubahan di atas, maka Pemuda Katolik Provinsi Kepulauan Riau yang ada di lima kabupaten (Bintan, Karimun, Natuna, Anambas dan Lingga dan dua kota (Tanjungpinang dan Batam) akan mengadakan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) di Tanjungpinang tanggal 17-18 Maret 2018. Pelaksanaan Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Kepulauan Riau bertujuan untuk:

1. Merevitalisasi semangat berorganisasi di tengah-tengah perubahan dan tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia pada saat ini;

2. Mengevaluasi perjalanan organisasi Pemuda Katolik di Provinsi Kepulauan Riau selama ini secara obyektif untuk melihat apa yang telah dicapai dan permasalahan yang dihadapi serta menjadi kendala roda organisasi selama ini;

3. Merumuskan program-program yang akan dijalankan organisasi dalam 3 tahun yang akan datang;

4. Memilih pengurus Komisariat Daerah Pemuda Katolik Provinsi Kepulauan Riau untuk periode 2018-2021.

5. Merumuskan pokok-pokok pikiran dan rekomendasi Pemuda Katolik Provinsi Kepulauan Riau di berbagai bidang pembangunan seperti:
  • Pembangunan di bidang kepemudaan;
  • Penerapan falsafah dan ideologi Pancasila dalam era milenial;
  • Pembangunan masyarakat desa;
  • Provinsi Kepulauan Riau sebagai poros maritim nasional;
  • Pelestarian lingkungan untuk melawan perubahan iklim global.
  • Kesetaraan gender;
  • Promosi ‎Good Governance dalam otonomi daerah;
Rekomendasi yang dihasilkan Pemuda Katolik Provinsi Kepulauan Riau dalam Muskomda ini akan disampaikan kepada Pemerintah Dearah, DPRD Provinsi Kepulauan Riau serta semua pemangku kepentingan.

Untuk itu Pemuda Katolik Kepulauan Riau mengharapkan dukungan moril dan material dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan perkembangan generasi muda Katolik di Provinsi Kepulauan Riau mulai dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kepulauan Riau, DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan DPRD Kabupaten dan Kota di seluruh provinsi Kepulauan Riau dan hirarki gereja serta tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

Pemuda Katolik akan menerima dukungan, saran-saran dan masukan yang dapat meningkatkan peran serta Pemuda Katolik dalam pembangunan Provinsi Kepulauan Riau demi semakin kuat dan kokohnya Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati rencana Muskomda ini, memberkati Pemuda Katolik serta segenap masyarakat Provinsi Kepulauan Riau.

Pro Ecclesia Et Patria
Pro Bono Publico



TANJUNGPINANG, 12 Maret 2018

KOMISARIAT DAERAH
PEMUDA KATOLIK 
PROVINSI KEPULAUAN RIAU


Hendrikus Uring
Sekretaris

Petrus M. Sitohang
Ketua

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...