Friday, April 20, 2018

Siapkan Trotoar Untuk Warga dan Turis

TANJUNGPINANG – Tanjungpinang sudah memiliki banyak destinasi wisata. Bahkan, Pasar Lama pun kini sering dikunjungi wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan nusantara (Wisnus), namun trotoar atau pedestrian untuk mereka belum tersedia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus Sitohang mengatakan, kadang dirinya kasihan melihat pejalan kaki karena tidak ada jalan khusus atau trotoar untuk mereka.
Terlebih untuk turis, mereka datang ke kota ini bukan hanya ingin menikmati kamar hotel semata. Tapi ingin menikmati panorama di seluruh sudut kota ini. Turis datang bukan untuk naik mobil atau naik motor saja. Namun, yang mereka inginkan adalah kenyamanan berjalan kaki sambil menikmati panorama yang ada dari satu titik ke titik lainnya.
Ia mencontohkan, saat dirinya jalan-jalan ke luar negeri, mereka bisa jalan kaki hingga berkilo-kilo meter. Itu karena jalannya nyaman dan tersedia trotoar untuk pejalan kaki. Turis akan merasa rugi jika tidak bisa jalan kaki sambil menyapa warga.
”Sama dengan turis, mereka bukan tidak punya uang menyewa mobil. Tapi untuk apa naik mobil kalau hanya sekilas melintas saja. Di negara juga banyak mobil. Mereka itu ingin jalan-jalan dari ujung ke ujung menikmati liburannya. Tapi, kalau trotoar tidak ada, bagaimana mungkin bisa tenang,” ujar Petrus Sitohang via ponselnya, Kamis (19/4).
Di Tanjungpinang ini, banyak pejalan kaki baik itu masyarakat Tanjungpinang, wisman maupun wisnus tidak tenang saat jalan kaki karena takut diserempet motor, mobil atau becak. Karena itu, infrastruktur jalan harus dibenahi jika ingin menaikkan kelas kota ini menjadi Kota Wisata. Beri kenyamanan untuk pengunjung. Siapkan fasilitas untuk pejalan kaki.
Namun, ada juga trotoar yang justru beralih fungsi. Trotoar malah dijadikan tempat jualan dan ada bunga-bunga yang ditanam di tepi trotoar, namun tidak dirawat dan tidak dipangkas yang akhirnya menutupi bahu trotoar itu sendiri.
Petrus berharap, pemerintah segera membenahi trotoar terutama di pusat keramaian, pusat ekonomi dan daerah-daerah lainnya yang sering dikunjungi turis seperti Pasar Baru hingga Pasar Lama.
Di Bintan Center, disiapkan juga trotoar, namun masyarakat lebih senang jalan kaki di atas aspal daripada di trotoar karena ada bunga-bunga yang menutupi sebagian bahu trotoar. Di daerah Ganet misalnya, hanya jalan saja yang dibangun tanpa trotoar. Padahal, belum tentu semua warga punya sepeda motor. Masih banyak warga yang tidak memiliki motor dan perlu fasilitas trotoar.
Namun, jalan-jalan di pemukiman, Petrus melihat sudah bagus. Karena tiga tahun belakangan ini, masa pemerintahan H Lis Darmansyah-H Syahrul membangun jalan-jalan pemukiman. Termasuk mengaspal gang yang menghubungkan antarrumah penduduk.
Dinas Pekerjaan Umum diharapkan bisa mendesain dan perlahan-lahan menyediakan trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki. Karena salah satu ciri kota wisata adalah, trotoar harus tersedia untuk pejalan kaki.
Inilah kesempatan bagi turis maupun wisnus untuk jalan-jalan keliling kota ini. Aktivitas ini akan membuat ekonomi menggeliat. ”Saya kadang-kadang sedih melihat turis jalan kaki di aspal. Mereka tidak nyaman, harus bolak-balik lihat samping kiri, kanan, belakang. Takut ada mobil dan motor. Kalau ada trotoar, mereka nyaman jalan kaki. Bisa melihat-lihat semua sisi kota,” bebernya.
Petrus menambahkan, untuk menjaga keselamatan warga pejalan kaki, jalan-jalan perlu dibangun trotoar di samping jalan raya. Juga jalan yang menghubungkan perumahan-perumahan dengan jalan raya.
Seperti yang dirasakan warga di kawasan Perumahan Ganet, Hang Tuah dan Bukit Raya misalnya. Jalan yang menghubungkan kawasan perumahan-perumahan itu dengan jalan raya Tanjunguban belum ada trotoarnya. Sehingga warga yang ingin mencari tumpangan kendaraan umum di jalan raya Tanjunguban di Simpang Ganet Batu 10 harus berjalan kaki di aspal jalan dan berisiko terserempet pengendara kendaraan bermotor.
Begitu juga di jalan-jalan sejenis yang menghubungkan kawasan pemukiman seperti Jalan Hang Lekir maupun Jalan Hanjoyo Putro. Jalan untuk pejalan kaki juga sangat perlu untuk mendukung visi Tanjungpinang sebagai kota wisata. Karena wisatawan terutama dari mancanegara sangat menikmati suasana kota-kota yang dikunjungi dengan berjalan kaki.
Kawasan pusat-pusat keramaian dan bisnis seperti Bintan Centre perlu dibangun trotoar-trotoar yang lebih banyak untuk keperluan pejalan kaki. Oleh karena itu sudah saatnya pemko Tanjungpinang meningkatkan”kelas” Kota Tanjungpinang menjadi kota yang ramah untuk pejalan kaki, baik itu untuk warganya sendiri maupun wisatawannya. (mas)
Dikutip dari http://tanjungpinangpos.id/siapkan-trotoar-untuk-warga-dan-turis/

No comments: