Wednesday, June 13, 2018

NU Menawarkan Pendekatan Baru Dalam Menghadapi Penyalahgunaan Agama Sebagai Pembenaran Konflik Internasional

  

Kita selama ini sudah lebih dari tujuh puluhan tahun hanya bisa memaki bangsa Israel (Yahudi) sebagai ekspresi dukungan bangsa Indonesia terhadap perjuangan Palestina merdeka dan bahkan seringkali melampiaskan dendam terhadap Israel kepada saudara sebangsa sendiri saat terjadi eskalasi konflik antara bangsa Arab dan Israel. Namun sayangnya hingga saat ini cara tersebut nyata-nyata tidak membawa kebaikan dan kemajuan bagi perjuangan bangsa Palestina maupun bagi bangsa Indonesia.


Dengan cara dan metode yang selama ini kita tempuh, kita hanya bisa mendorong lebih banyak nyawa bangsa Palestina dan Arab melayang sia-sia. Tidakkah kita seharusnya merasa bersalah selama ini kita hanya bisa memprovokasi bangsa Palestina untuk terus melanjutkan perang yang tidak perlu terjadi ini tanpa ikut menanggung akibatnya sehari-hari.

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) Sekjen PB NU, yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden diundang dalam pertemuan Amercian Jewish Council (AJC) di Jerusalem baru-baru ini. Ini merupakan perhelatan besar organisasi ini yang pertama kali di Israel.  Di sana dia menawarkan pendekatan baru dalam memandang penyalahgunaan agama sebagai pembenaran dan senjata dalam berbagai konflik di dunia saat ini yang sejatinya tidak sejalan dengan peranan agama yang sebenarnya. Dalam pertemuan akbar orang-orang Yahudi Amerika ini Gus Yahya menjadi satu-satunya pemimpin organisasi muslim besar dunia yang menjadi pembicara bersama tokoh-tokoh dunia seperti PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Israel Reuven Rivlin, Kanselir Austria Sebastian Kurz, PM Bulgaria Boyko Borrisov, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos

AJC merupakan perhimpunan orang-orang Yahudi Amerika yang mempunya pengaruh yang sangat kuat di negeri "Paman Sam" tersebut. Pada tahun 2002 mantan Presiden Gus Dur juga pernah diundang dan memberikan pandangan-pandangannya dalam forum AJC di Washington DC. Selama ini AJC sangat aktif mempromosikan dialog antar agama menuju terciptanya hubungan antar agama yang harmonis di dunia.

Kenapa kita tidak memberi kesempatan bagi metode pendekatan baru dalam cara kita mendukung Palestina dengan menjadi mitra dialog yang sejajar dengan orang-orang Israel (Yahudi) seperti yang dimulai Gus Dur dan yang sekarang dilanjutkan murid-muridnya di NU seperti Gus Yahya ini.

Sebelum memberi komentar saya harap simak dulu video dialog antara Gus Yahya dengan salah seorang Rabbi Israel melalui link di atas ini.

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...