Saturday, August 11, 2018

Petrus Sitohang Tampung Jeritan Hati Guru Yapendik GPIB


KEPRIONLINE.CO.ID , TANJUNGPINANG -Sebuah bangunan dua lantai yang berada persis di Jl. Gereja No. 1 Tanjungpinang, tampak berdiri dengan cat dindingnya yang mulai pudar termakan usia. Sesekali terlihat beberapa siswa dan tenaga pengajar naik turun tangganya. Hanya sesekali. Setelah itu, kembali sepi. Jarang terdengar canda tawa siswa saat jam istirahat belajar.

Adalah Sekolah Dasar Swasta (SDS) 014 milik Yayasan Pendidikan Kristen (Yapendik) GPIB Cabang Tanjungpinang. Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1969 dengan SK PP:SK 22/DDA/1964.

Dahulu, SDS 014 ini memiliki banyak murid. Mungkin karena sekolah dasar negeri belum begitu banyak dibangun. Kini, keseluruhan jumlah siswa hanya 29 orang dan tenaga pengajar sebanyak 8 orang. Sekolah ini menyandang predikat akreditasi C.

“Itu lah keluh kesah kami. Dengan jumlah murid yang hanya 29 orang, yayasan pun hanya sanggup menggaji kami Rp. 650.000 per bulan. Untuk transport pun kami masih pontang-panting. Biaya operasional sekolah pun tidak tertutupi. Jujur saja, Pak. Kami masih mau dan bisa bertahan hanya karena Kasih. Kami masih dimampukan untuk melakukan ini semua. Ini lah bentuk pelayanan kami. Di tengah keluh kesah kami ini kami masih berharap agar ada sedikit bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk kami,” kata Bu Nur, salah seorang tenaga pengajar SDS 014 kepada Petrus Marulak Sitohang, Anggota DPRD kota Tanjungpinang Fraksi PDI Perjuangan saat berkunjung ke sekolah dasar tersebut, Sabtu, (04/08/2018).

Petrus Marulak Sitohang pun mendengar dan memahami jeritan hati para guru SDS 014 milik Yapendik GPIB ini. Dirinya berharap pemerintah kota Tanjungpinang mau membantu SDS 014 dan sekolah-sekolah swasta lainnya yang memiliki masalah yang sama.

“Saya berharap pemko Tanjungpinang turun tangan membantu sekolah-sekolah swasta yang menghadapi kesulitan untuk bertahan karena kekurangan murid. Kita tau beberapa sekolah swasta kesulitan bersaing untuk mendapatkan murid baru sehingga kesulitan untuk membayar gaji guru dengan teratur dan layak. Kita harapkan pemko mencari solusi untuk membantu keberadaan sekolah-sekolah swasta yang sudah lama berdiri bersama-sama dengan pengelola,” katanya.

“Membantu pengelola yayasan untuk menyediakan dana transport guru-guru di sekolah yang sedang mengalami kesulitan adalah salah satu contoh bentuk bantuan yang bisa diberikan. Dan pada saat yang sama menerapkan secara konsekuen ketentuan jumlah murid per kelas di semua sekolah,” tambahnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa ada manfaat ganda dari penerapan peraturan jumlah murid per kelas jika diterapkan dengan konsekuen.

“Jika penerapan itu konsekuen, manfaatnya akan ganda. Di satu sisi sekolah-sekolah yang selama ini kelebihan jumlah murid, beban mengajar guru-guru akan berkurang. Beban guru tidak boleh dipaksa melebihi kapasitas normal setiap guru. Kalau dipaksa ini akan berakibat kualitas proses belajar mengajar di kelas akan menurun. Dan di sisi lain, sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan murid akan tertolong mendapatkan murid yang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitas. Pada gilirannya ini akan dapat membantu ke arah peningkatan kualitas mutu pendidikan di kota Tanjungpinang. Hal ini sejalan dengan visi kita bersama menjadikan Tanjungpinang sebagai kota pendidikan,” tutupnya.

Sekolah SDS 014 milik Yapendik GPIB ini memilik murid yang berkebutuhan khusus. Di saat sekolah-sekolah umum selain SLB menolak penerimaan murid yang berkebutuhan khusus, SDS 014 Yapendik GPIB Tanjungpinang dengan tulus mau menerima mereka. Sejatinya ini menjadi perhatian semua pihak.

(KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/MANURUNG)

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...