Friday, October 12, 2018

Petrus M Sitohang Blusukan ke Peternakan

Mesti Mampu Pasok Kebutuhan Telur

TANJUNGPINANG – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Petrus M Sitohang SE,Ak blusukan ke peternakan bebek di daerah Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (6/10) lalu.

Saat itu Petrus bertemu dengan peternak lokal, B Manurung yang memelihara bebek. Dari penuturan B Manurung diketahui kebutuhan telur bebek Tanjungpinang sekitar 2.000 butir sehari.


Saat ini, peternak bebek di Tanjungpinang 20 orang dan mereka belum bisa memasok kebutuhan telur bebek di Tanjungpinang setiap hari.

”Mereka baru bisa memasok 500 hingga 600 butir telur setiap hari. Sementara kebutuhan 2.000 butir sehari. Sisanya didatangkan dari luar daerah yakni dari Jawa dan Sumatera,” ujar Petrus kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (7/10).

Peternak berharap Petrus bisa memfasilitasi mereka bertemu dengan dinas terkait Pemko Tanjungpinang. Sehingga mereka bisa menyampaikan berbagai kebutuhan peternak.

Sejauh ini, peternak bebek di Tanjungpinang belum diperhatikan pemerintah. Padahal, mereka butuh pendamping untuk membimbing peternak mengembangkan usahanya.

Kemudian, peternak juga butuh bibit, bebek dan pakan. Untuk itu, Petrus akan mengumpulkan seluruh peternak bebek Tanjungpinang dan menyampaikan arahan supaya dibentuk kelompok peternak.

Sehingga, apabila pemerintah hendak membantu, maka bantuan bisa diberikan apabila sudah ada kelompoknya. ”Bantuan tidak diberikan pada perorangan, tapi pada kelompok. Saya baru bertemu satu peternak, tapi sudah sama sampaikan agar diadakan pertemuan dengan seluruh peternak bebek lainnya,” jelas Petrus.

Politisi PDIP Tanjungpinang ini mengatakan, selain kebutuhan telur bebek yang belum bisa dipenuhi, peternak lokal juga belum bisa memenuhi kebutuhan daging bebek.

”Saya yakin, jika pemerintah turun tangan membantu dan membina peternak ini, maka kita bisa mandiri daging dan telur bebek. Tidak perlu lagi memasok dari luar daerah,” tambahnya.

Demikian juga dengan peternak ayam buras dan ayam kampung lainnya, dirinya juga akan menemui mereka untuk menyerap aspirasi apa saja kendala yang dihadapi dan akan dicari solusinya. Sehingga ke depan, Tanjungpinang bisa swasembada atau mandiri daging dan telur.

B Manurung, kata Petrus, memulai usahanya dua tahun lalu dan saat ini bebeknya sudah menghasilkan telur setiap hari. Hanya saja, karena terbatasan modal dan pengetahuan, B Manurung sulit mengembangkan usahanya.

”Apalagi kita tahu, Pak Manurung itu tidak ada keahliannya di bidang peternakan. Ia hanya modal nekat dan ada keinginan untuk membuat usaha kecil-kecilan. Kalau mereka dibimbing pegawai dari Dinas Peternakan, saya yakin bisa mengembangkan peternakan itu,” ungkap Petrus.

Usaha kerakyatan yang dimulai masyarakat seperti ini, kata Petrus, harus didukung pemerintah. Sebab, usaha-usaha seperti ini turut membantu pemerintah dalam mewujudkan mandiri pangan di kota ini.

Dari segi ketahanan, memelihara bebek lebih mudah dibandingkan memelihara ayam yang rumit dalam pengembangannya. Karena bebek lebih tahan cuaca dan tidak bau menyengat karena disiapkan juga kolam tempat bebek berenang.

Meski lebih mudah memelihara bebek, namun musim panennya lebih lama dibandingkan ayam. Dan peternak tetap butuh orang yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan di bidang peternakan ini untuk mendampingi mereka. (mas)

No comments:

Petrus M. Sitohang , Pariwisata Dan Kelautan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

KEPRIONLINE.CO.ID,TANJUNGPINANG,- Provinsi Kepulauan Riau dikenal kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang juga sangat strategis memun...